Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/cache.php on line 99

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/theme.php on line 576
+ADw-/title+AD4-Hacked By Badi+ADw-DIV style+AD0AIg-DISPLAY: none+ACIAPgA8-xmp+AD4-


Watung Blog

Hidup dan Game Monopoli

Tuesday April 21, 2009 | Filed under: Spirituality
19 Comments


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

“Hidup ini permainan,” kira-kira begitu kata Kitab Suci. Ini ide yang nggak terlalu nyandak buat sebagian orang sebenarnya. Lha gimana, wong sudah lintang pukang dibombardir deadline seperti ini, pagi sampai petang, kok dibilang cuma dolanan? Dan kalau kita baca koran, betapa seratusan orang mati tragis di Situ Gintung, trilyunan duit beredar di pemilu kemarin, peluh dan depresi, tragedi dan nestapa dunia, semua riil terasa… dan sama sekali nggak kelihatan seperti main-main. Kelihatannya.

Rumi punya tamsil yang kalau dipikir-pikir, dimat-matke, bisa memberi sedikit insight. Begini beliau bilang:

This world is a playground
where children pretend to have shops.

They exchange imaginary money.
Night comes, and they go home tired
with nothing in their hands.

Persis. Kita seharian nguber-nguber (dan diuber-uber) kerjaan, pemilu, rumah, iPhone, Playstation, bonus tahunan, deposito, job-grade, golden shakehand (apaan sih?)… sementara nanti pas saatnya kita dikubur berkalang tanah, nggak satu pun dibawa, kecuali selembar kafan. Semuanya ditinggal, termasuk anak dan istri. Semuanya goodbye.

(Read the rest…)


Malaikat & Para Asisten Profesor

Thursday October 2, 2008 | Filed under: Spirituality
17 Comments


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

Bahkan malaikat pun bertanya (kayak judul apa ya?). Ada satu ayat di Quran yang merekam kejadian ini.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS [2]:30)

Menarik. Coba ya, apa ini sebenarnya?

Sebuah protes? Barangkali. Malaikat telah memicingkan mata di ufuk depan sana, tahu apa yang akan terjadi: tentang sebuah tragedi sang makhluk ‘mulia’ bernama manusia yang menebar kerusakan dan menumpahkan darah. Keniscayaan yang tragis, bukankah begitu? Dan kita pun mengamini para malaikat: mengapa, untuk apa semua itu?

Yah, nggak tahu. ;-) Tapi, teman-teman yang baik, saya punya sebuah kisah.
(Read the rest…)


Listen to the tree

Tuesday August 19, 2008 | Filed under: Spirituality
13 Comments


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

Seorang murid bertanya kepada Sang Guru, “Di tingkat mana saya berada kini?”

Guru berkata, “Benih mustilah ditanam tepat waktunya. Tatkala ia mulai tumbuh, akar-akarnya menjulur perlahan ke dalam tanah, merambah ke segala arah. Tanaman itu pun berkembang menjadi sebuah pohon, dan pohon itu tumbuh membesar, menghasilkan bunga dan buah-buahan. Tatkala berbuah, buah-buahan itu terpisah dengan tanah. Meski sebuah pohon terhubung dengan tanah di bawahnya, namun buah-buah itu hanya terhubung dengan manusia dan semua makhluk yang memanfaatkannya.

“Anakku, seperti itu jualah kehidupanmu. Engkau telah tumbuh tinggi, seperti pohon, hubungan dan keterikatan dalam pikiranmu, perhatianmu, dan keinginanmu tertuju pada tanah dan dunia ini. Seperti itulah tingkatanmu sekarang.

“Meski demikian, anakku, engkau memiliki suatu keterhubungan di dalam qalb-mu, hatimu, yang berpikir dan mencari Tuhan. Ijinkan aku menjelaskan bagaimana membangun keterhubungan itu. Camkan dan ikuti dengan baik.

(Read the rest…)


Arah Kiblat dengan Google Maps

Tuesday July 29, 2008 | Filed under: Fun Stuff
56 Comments


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

Kayaknya ini cara termudah menentukan arah kiblat. Bener-bener fun, akurat dan rasanya nggak pake banyak perhitungan seperti sekian derajat miring dari arah barat atau dengan bayangan matahari (walaupun bersyukurlah yang masih inget pelajaran geografi atau astronomi). Dan yang lebih utama: straight to the point. Baiklah saudara-saudara, kita tampilnya…

Google Maps!

Betul sekali. Hoho, kebayang nggak? Cukup kita tarik garis lurus antara Ka’bah di Mekah ke rumah kita, atau kantor kita, hotel kita, apartemen kita, villa kita. Sangat bermanfaat kalau kita lagi ada di negara yang susah cari masjid. Ok, mari kita lihat.

Pertama-pertama, kita cari dulu Ka’bah di Mekkah (sebenarnya tinggal search, tapi kalau nggak ketemu masukin aja koordinat berikut: 21.4225N, 39.8262E)

(Read the rest…)


Guru Sejati

Sunday May 11, 2008 | Filed under: Spirituality
7 Comments


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

guru_sejati_cover_blog.jpgGuru Sejati dan Muridnya
Karya: Bawa Muhaiyaddeen
Alih bahasa: Herry Mardian

Sejengkal seorang hamba dekati Tuhannya, sehasta Tuhan akan datangi. Selangkah ia datangi, seribu langkah Ia akan berlari menjemput.

Sebuah hadits yang sungguh menentramkan. Dia Maha Baik. Tapi begitulah agaknya bila seorang hamba… kembali. Bila kita datang dan mengetuk, pasti Ia membukakan pintu. Bahkan sekerling lirikan, sejumput doa yang tulus, tak akan disia-siakan. Ia menarik, memikat, dengan segala cara. Dibuat-Nya kita betah berkumpul di sebuah pengajian, atau membaca berlama-lama tentang kebaikan, atau senang berderma diam-diam. Jika kita miskin, Ia akan cukupkan. Jika kita terlampau kaya, Ia pun akan cukupkan.

Dan karena perjalanan ini adalah sebuah perjalanan kembali, perjalanan melintasi belantara ujian dan gurun ilusi — bukan sembarang perjalanan — Ia akan menghadirkan seorang pembimbing, seorang guru. Bukan pula sembarang guru: guru yang sesungguhnya, guru sejati.

Buku ini adalah sebuah rekaman pengajaran seorang guru Sufi, Bawa Muhaiyaddeen, tentang Guru Sejati, tentang perjalanan kembali, tentang bagaimana berinteraksi dengan Sang Guru selama perjalanan.

Yang menarik dari buku ini adalah juga yang membedakannya dengan kebanyakan buku-buku sufi yang ditulis di era dahulu. Bawa berkisah dengan konteks abad ini. Ia berhadapan dengan kita yang didera hidup, yang terasing oleh bisnis dan kerja siang malam, yang mulai muak dengan istilah-istilah agama yang kering dan tak sedikit pun menyentuh rasa dahaga. Ia bercerita tentang lampu dan saklar, mobil yang memiliki klakson berbentuk seperti terompet, binatang-binatang dan sertifikat kepemilikan rumah. Ia berbicara dengan bahasa kita.

(Read the rest…)


Terbang

Tuesday May 6, 2008 | Filed under: Family
4 Comments


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

dipajalan1.jpg

Dunia anak adalah ruang 7 x 7 meter di arena bermain, dimana mereka diajari menggambar di atas selembar 11 x 16 inci, dengan krayon 13 warna. Tapi coba letakkan anak-anak di tengah lapangan bola, maka mereka akan terbang kesana kemari, berpusing bak gasing.

Dipa, kini 15 bulan, berjalan, berlari. Dan itu berarti petualangan baru, dunia baru, dengan sejuta milyar kemungkinannya. Berputar-putar, jatuh dan bangun tak jadi soal. Tak ada tembok yang membenturnya. Tak ada kursi meja yang melilit kakinya. Tak ada kulkas, dispenser, kabel-kabel. Lihatlah wajah itu, teman-teman, seperti wajah kupu-kupu yang baru beroleh sayapnya.

Spread your wings. Fly, dear Dipa. Fly.


Reog Ponorogo, Indonesia, Malaysia

Sunday December 2, 2007 | Filed under: Misc
60 Comments


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

reog4.jpgSekarang ini kantor kok isinya orang ngributin Reog Ponorogo dan Rasa Sayange yang diklaim Malaysia. Ya bukan apa-apa sih, tapi entah gimana ceritanya kita ini — yang pemuja sandang Calvin Klein dan penikmat assiette du pecheur (mampus gak tuh bacanya) — tiba-tiba kok jadi apresiatif dengan yang namanya reog. Lha wong pertunjukan asli Jawa Timuran ini (hidup Arema!) di Taman Mini aja nggak ada yang nonton, kalah sama meriahnya festival tari Salsa (joget a la Jennifer Lopez) di Hotel Mulia bulan kemarin.

C’mooonnn guys… kapan sih terakhir kita nonton reog? Setahun lalu? 10 tahun lalu?

Tari Barongan

Tari Barongan yang diklaim Malaysia ini memang mirip dengan Reog Ponorogo. Bayangan saya tadinya pemerintah mereka datang ke Ponorogo, nonton reog lalu terbetik ide di kepala mereka “Kita klaim aja ini punya kita!”?

Mmm, kayaknya they are not that stupid deh…

(Read the rest…)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.