Watung Blog

Purpose of Life 2

Friday September 30, 2005 | Filed under: Spirituality
1 Comment

Oke. Melanjutkan Purpose of Life 1, jawabannya macem-macem.

Dari sinopsisnya film komedi The Meaning of Life, hidup itu adalah WYSIWYG (What You See Is What You Get): you are born, you eat, you go to school, you have sex, you have children, you grow old (if someone doesn’t kill you first), and you die, and in Heaven every day is Christmas! Hahaha…

Kalau dari sisi para filsuf, agak mending. William James bilang: “purpose of life” musti dicari lewat pengalaman hidup itu sendiri.

Tapi Sains dan Logika punya pandangan yg agak parah: life is meaningless! (Aneh, sudah melalui penjelasan tautologi a la Pak Wittgenstein, lha kok ujungnya nihil, puyeng). Ini juga membingungkan para techno-biologis ketika mencoba memikirkan tentang living-machines: what is their purpose of life? To reproduce? Playing game of life? Atau kayak salamnya kaum Vulcan di Star Trek: “Live long and prosper!”?

(Read the rest…)


Secret Strategy: Let them pirate!

Wednesday September 28, 2005 | Filed under: Management
0 Comments

Microsoft suka kok kalau software-nya dibajak. Nggak percaya? Berikut petikan kata-kata Bill Gates sendiri:

“Although about 3 million computers get sold every year in China, but people don’t pay for the software,” he said. “Someday they will, though. As long as they are going to steal it, we want them to steal ours. They’ll get sort of addicted, and then we’ll somehow figure out how to collect sometime in the next decade.”

So, biarin mereka ngebajak, tunggu sampe jadi standard (i.e. via Network Effect) - toh someday kalo mereka mau “being legitimate” akan bayar juga. Kalo nggak, ya mustinya nyari country-director yg background-nya “collector”. ;-)

Seorang fans-nya Mac ngeposting: apa ini juga alasannya Apple mau support Intel untuk MacOS X, biar gampang dibajak? Hmmm… nggak yakin. Agak beda kasusnya. Orang beli OS kan sebenarnya bukan karena OS-nya, tapi karena aplikasi-aplikasi yg jalan di atasnya. Sekalipun MacOS bisa jalan di Intel, tapi kalo nggak bisa jalanin aplikasi yg udah mature di Windows, apa ada yg mau ngebajak?


Purpose of Life 1

Tuesday September 27, 2005 | Filed under: Spirituality
0 Comments

identity.jpgDari postingan seorang rekan, soal Heaven and Hell: What is the main purposes of our existence?

Kalau kita percaya agama, bahwa sebelum di dunia ini kita pernah di suatu tempat, dan kita akan kembali lagi. Kita ini seperti seorang tokoh di film The Bourne Identity. Agen CIA yang, somehow, jadi amnesia di tengah-tengah misinya. Nggak inget dia itu siapa, dan ngapain dia kok bisa ke tempat itu. Yang dia tahu: dia pandai memainkan pisau, bisa bahasa Perancis dan Jerman, jago berantem, jago ngebut.

Rasanya, kita ini persis seperti si Jason Bourne ini. Ujug-ujug lahir ke dunia, menangis di detik pertama (seperti terdampar di negeri yg asing?), having fun di 30 tahun selanjutnya, mengerjakan sesuatu, dan pas di ujung-ujung kita bingung: what the hell am I doing here? Dari kecil mau jadi dokter, jadi kaya, then what? Dead? Semua yg kita bangun sejak pertama melek sampai detik ini, akan ditinggalkan, hancur, hilang? Cuma segitukah?

(Read the rest…)


Insulting User-friendliness

Sunday September 25, 2005 | Filed under: Management
0 Comments

clippy.gifNggak semua yg dibikin Microsoft sukses.

Beberapa waktu setelah saya install Office XP, ada satu yg menarik. Office Asistant yg saya temui di Office2K sebelumnya dengan berbagai karakter kartun itu (si “Clippy” salah satunya) nggak lagi by-default terinstall! Wow, mereka ndenger juga ternyata… Para user kayaknya sama pikirannya dengan saya: Si Clippy ini ngeselin, gerak-gerak sendiri di layar, mengganggu konsentrasi. Maksudnya baik, menyediakan help-system yg “user-friendly”. Tapi mana ada kartun yg serius? Ditanya apa, jawabannya kemana…

(Read the rest…)


C# atau VB.NET?

Sunday September 25, 2005 | Filed under: Misc
0 Comments

“Watung, it’s all about framework. Everything else is just syntax!” Setuju, dua-duanya mengakses class yg sama dan outputnya berupa IL-code yg juga nggak beda, bahkan dua-duanya bisa dibikin di satu IDE. Secara interaksi dengan sistem, nggak ada masalah. Tapi kalo kita bicara interaksi programmer-to-programmer (teamwork misalnya), kasusnya bisa lain.

Bayangkan, salah satu C-Sharper kita cuti atau sakit, para VBers yg lain ketika debug code di component milik C-Sharper menemukan yg seperti ini:

for(int i=11; i>0; i–){
if (x==0 || y==0)
return x==y?dbTrue:dbFalse;
};

Agak ruwet buat para VBers yg belum pernah nyentuh C. Coding-convention yg dianut biasanya juga language-specific. Belum lagi di beberapa Agile-method (seperti Extreme Programming) yg mensyaratkan peer code-review dan interaksi programmer-to-programmer yg ketat, menulis dengan satu bahasa bisa dibilang a-must!

So, kalo coding sendirian (buat belajar sendiri misalnya), terserah mau mix C# atau VB. Tapi begitu barengan di team, sebaiknya satu bahasa, terserah yg mana, team-preference. (Language-converter juga nggak akan trivial, nggak akan sa’drek sa’nyet langsung jadi). Tapi yg mana? Menurut saya sih, yg paling banyak diakrabi di team, yg paling banyak code-snippetnya di Internet… intinya: yg paling familiar dan paling besar supportnya secara team. Gitu?


Zen

Friday September 23, 2005 | Filed under: Spirituality
1 Comment

wu.jpgSebuah hadits Rasulullah: Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.

Aneh ya? Seperti ujug-ujug, Rasulullah menyebut “Negeri Cina” yg beribu-ribu kilometer jauhnya dari Jazirah Arab. Kenapa Cina? Ada apa dengan Cina? Seberapa familiar sebenarnya para pedagang Arab dengan Negeri Cina saat itu? Tapi kalau ngulik-ulik sejarah lebih jauh, saat itu sebenarnya sedang mekar-mekarnya pula - di ujung dunia sana - Zen, The Buddha Heart School! Bodhidharma jauh-jauh datang dari India ke Cina, circa 520 Masehi.

I came to this land originally to transmit the Dharma
And to bring deliverance from error.
A flower opens five petals.
The fruit of itself opens. - Bodhidharma

Ajaran-ajarannya sungguh Islami, seperti: “Good deeds with selfish intention were useless for gaining enlightenment” (ingat riya’), “A day without work is a day of no eating. No working, no living.” (Siapa bilang isinya cuma meditasi, kewajiban bekerja). Kalau lihat The Ten Oxherding Pictures persis sekali seperti tahap-tahapan perjuangan melawan hawa nafsu di spiritualisme Islam.

Barangkali benar, seperti kata Al-Quran:

… bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. (QS [13]:7)

Cahaya yg berpendar-pendar di Cina itu barangkali terlihat oleh Rasulullah.

P.S.: Terlepas shahih atau tidaknya hadits itu. Wallahu’alam.


Thinking Workers

Thursday September 22, 2005 | Filed under: Management
2 Comments

buttkicking.jpgKita kadang-kadang suka mengeksploitasi programmer. Alokasi waktu normalnya 3 bulan, kita bilang ke mereka 1 bulan, dengan harapan kalau toh molor jadi 2 bulan kita masih on-schedule. Tricky, tapi stupid! Walaupun mereka “jungkir balik” karena menghadapi schedule yg “nggak mungkin” itu, yang jadi korban adalah quality (yes, it’s NOT free!). Bug-record jadi bejibun, dan harapan 1 bulan malah jadi 6 bulan yg mostly kerjaannya bug-fixing dan situasinya diisi orang-orang stress!

Satu kalimat di buku klasiknya Tom DeMarco:

People under time pressure don’t think faster.

Saya coba bereksperimen mengalikan 372 x 718 berulang-ulang, pasang stop-watch dan menghitung waktunya:

Exp 1: 25 sec
Exp 2: 23 sec
Exp 3: 24 sec
Exp 4: 63 sec
Exp 5: 24 sec

Yah… antara 20 - 25 detik (experimen 4 lupakan, disela nyalain rokok dulu soalnya). I can be sure that I cannot get any faster. Ada atau nggak ada time pressure, saya kayaknya nggak akan bisa sampai di bawah 15 detik. Saya suka kalimat Pak Tim itu. Not about that time pressure doesn’t motivate people, but with or without pressure, people definitely cannot even think faster, right?

Programmer adalah para thinking worker: kerjaannya mikir (iya, mereka memang ngetik dan memandang monitor, tapi “badai” besarnya sebenarnya ada di kepala mereka). And from my experiment, thinking-rate is almost constant! Management by KITA (kick in the ass) mungkin berhasil di lingkungan buruh pabrik, tapi kayaknya nggak cocok buat para thinking worker.



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.