C# atau VB.NET?
“Watung, it’s all about framework. Everything else is just syntax!” Setuju, dua-duanya mengakses class yg sama dan outputnya berupa IL-code yg juga nggak beda, bahkan dua-duanya bisa dibikin di satu IDE. Secara interaksi dengan sistem, nggak ada masalah. Tapi kalo kita bicara interaksi programmer-to-programmer (teamwork misalnya), kasusnya bisa lain.
Bayangkan, salah satu C-Sharper kita cuti atau sakit, para VBers yg lain ketika debug code di component milik C-Sharper menemukan yg seperti ini:
for(int i=11; i>0; i–){
if (x==0 || y==0)
return x==y?dbTrue:dbFalse;
};
Agak ruwet buat para VBers yg belum pernah nyentuh C. Coding-convention yg dianut biasanya juga language-specific. Belum lagi di beberapa Agile-method (seperti Extreme Programming) yg mensyaratkan peer code-review dan interaksi programmer-to-programmer yg ketat, menulis dengan satu bahasa bisa dibilang a-must!
So, kalo coding sendirian (buat belajar sendiri misalnya), terserah mau mix C# atau VB. Tapi begitu barengan di team, sebaiknya satu bahasa, terserah yg mana, team-preference. (Language-converter juga nggak akan trivial, nggak akan sa’drek sa’nyet langsung jadi). Tapi yg mana? Menurut saya sih, yg paling banyak diakrabi di team, yg paling banyak code-snippetnya di Internet… intinya: yg paling familiar dan paling besar supportnya secara team. Gitu?
No Comments »
No comments yet.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Recent comments

