Watung Blog

Ali r.a.

Monday October 24, 2005 | Filed under: Spirituality
0 Comments

Satu kisah yang sungguh luar biasa tentang Ali r.a. yang barangkali belum pernah kita dengar sebelumnya. Diambil dari sebuah buku, Questions of Life, Answers of Wisdom, petikan diskusi antara seorang guru sufi asal Srilanka, Bawa Muhaiyaddeen, dengan salah seorang muridnya.

ABOUL’ALA: Ada sebuah riwayat tentang Ali r.a. di masa ia menjadi seorang khalifah dan Allah telah menganugrahkan kepadanya pengetahuan tentang sirr. Suatu hari ketika berjalan bersama sahabatnya, ia melihat seseorang. Lalu Ali r.a. pun berkata, “Orang itu yang nanti akan membunuhku.” Sahabatnya terperanjat, “Ya Khalifah Rasulullah, mengapa tak kau tangkap dia dan penjarakan dia?” Ali r.a. menjawab, “Bila kutangkap dia, lalu siapa nanti yang akan membunuhku?” Dia tahu bahwa orang itu akan membunuhnya, namun ia membiarkannya. “Siapa lagi yang nanti akan melakukannya,” ujarnya. Bagaimana keberserahan diri kepada Allah yang seperti ini dapat sejalan dengan penjelasan Bawa tentang al-qada’ wal-qadar?

(Read the rest…)


Satu lagi, software project…

Friday October 21, 2005 | Filed under: Management
0 Comments

falldown.jpgKali ini denger dari postingan Slashdot: sistem bea cukai di Australia lagi ngaco, gara-garanya… software! ICS (Integrated Cargo System) ini sebelumnya adalah inti dari sebuah e-gov project terbesar di Aussie, yang tujuannya untuk mengganti sistem EDI yang lama ke web-based model. Mereka lagi ketar-ketir apakah mau balik ke sistem lama.

Penasaran juga. Kenapa ya?

Kalau lihat providernya sih nama-nama besar juga. Ada CA (pimpro), NCR dan IBM (professional service). Novell kebagian bikin directory service. Softwarenya sendiri running di IBM OS390 mainframe (OS-nya ZOS, databasenya DB2). Web interfacenya Java-based di WebSphere. CCF (Customs Connect Facility) jalan di Sun Solaris (lagi-lagi databasenya DB2, dan interface-nya WebSphere Java).

Wait, wait… Does the technology matter?

Dari sisi planning dan design memang agak serem. Design documentnya sendiri 19.000 halaman. Ada 800 screens, 16.000 business rules, 70 complex business messages, 850 database tables, 3700 executable load modules, 1800 CICS transaction types, 55 batch jobs, 90 reports and 35 system interfaces. Jangka waktu: 2 tahun. Ampun!

Wait, wait… Big-design up-front? Kalau lihat estimasi awalnya A$80 juta yang membengkak sampai A$250 juta, kayaknya sih gitu tuh. Nggak tahu lah. Barangkali emang gini nasib software project.


Surga dan Neraka

Thursday October 20, 2005 | Filed under: Spirituality
1 Comment

Lagu bertemakan Islam jamak sekali di bulan Ramadhan ini. Namun ada sebaris lirik di sebuah lagu Chrisye karangan Dhani Dewa 19 yang sungguh menggelitik:

Bila surga dan neraka tak pernah ada, masihkah Kau sujud kepada-Nya?

Kalau kita renungkan betul, lirik ini bukannya hendak mempertanyakan suatu keberadaan. Jauh di atas itu, ia sebenarnya ingin menggedor kembali alasan-alasan keberagamaan kita. Mengapa kita beragama? Apakah agama? Sebuah jalan menuju-Nya, sebuah cara memperoleh surga dan menghindar dari neraka?

(Read the rest…)


Membaca anak-anak

Monday October 17, 2005 | Filed under: Misc
0 Comments

Anak kadang-kadang… emm, kerapkali, bikin kesal. Dilarang A, malah melakukan A. Disuruh B, mengerjakan C.

Anak-anak berkembang, kita tahu. Tadinya merangkak, sekarang sudah bisa bersepeda. Tadinya cuma bisa ngomong 2 kata, sekarang jadi tukang debat ibunya. Secara fisik, kita lihat betul perkembangan itu. Tapi apa yang tidak tampak secara fisik, itu yang kita nggak begitu paham. Misalnya (hasil baca-baca di EarlyChildhood.com):

(Read the rest…)


Software Projects: Quo Vadis?

Sunday October 16, 2005 | Filed under: Management
0 Comments

Berapa probability sebuah project pembuatan software akan berhasil - on-time, on-budget, as expected? Awalnya saya ngira ini pertanyaan iseng, tapi semakin ke sini justru kok semakin relevan. Rekan-rekan saya di sesama field pastilah punya cerita “gila” tentang bagaimana kami semua, bukannya sekali dua kali saja, tapi hampir selalu dibuat terkapar oleh software-project yang entah kenapa kok nggak kelar-kelar.

Tapi kita nggak sendirian ternyata. Laporan dari The Standish Group (a must-read!) yang menganalisa lebih dari 8.000 software-project di U.S. menyimpulkan sesuatu yang membuat kami semua langsung manggut-manggut mengiyakan:

(Read the rest…)


Keberuntungan, Kemalangan

Friday October 14, 2005 | Filed under: Spirituality
0 Comments

yinyang.jpgCerita di bawah ini dikutip dari sebuah buklet lusuh yang saya ambil dari sebuah pengajian Ramadhan. Entah sumbernya darimana, tapi kisah ini sungguh penuh hikmah.

Ada sebuah kisah tentang seorang petani tua yang bekerja di ladangnya. Suatu hari kudanya melarikan diri. Mendengar ini, tetangga si petani tua datang mengunjunginya, dan dengan penuh simpati berkata,

(Read the rest…)


Password To Remember

Thursday October 13, 2005 | Filed under: Misc
2 Comments

Ada rahasia yang banyak orang masih nggak tahu: it’s relatively easy to break password. Sebagai contoh, ada satu program yang bisa buka Word doc saya yang berpassword “andalus1a”… nggak lebih dari 10 menit!

Barangkali itu sebabnya banyak para system-administrator memaksa para usernya untuk mengikuti Mordac’s Rules:

All passwords must be at least six characters long, include numbers and letters, include mix of upper and lower case, use different password for each system, change once a month, do not write anything down…

Paranoia! Lihat, di sini klimaksnya: “do not write anything down…” Tapi di sini juga letak trade-offnya:

(1) gampang nggaknya diingat
(2) kebutuhan untuk mencatat

Antara (1) password yg gampang diingat tanpa write it down, dengan resiko gampang dibrute-force orang lain; atau (2) password yg susah diingat, write it down, tapi dengan resiko Post-It kita akan kebaca orang lain.

Tapi coba deh pikir, di antara dua resiko itu, mana sih yang lebih gampang disecure? Lebih mudah sih mengamankan “Post-It” ya? Taruh di laci meja. Kunci. Beres. Atau, kalau memang authority kita nggak tinggi-tinggi amat, simpan aja di dompet! Sementara untuk resiko dibrute-force? Mana bisa tuh kita mengontrolnya? Satu-satunya cara ya bikin password yang “at least six characters, include numbers…” dan bla-bla-bla itu.

So, buat regular users, setuju sama anjuran Pak Jesper: bikin password yang rada susah. Tulis. Simpen di dompet!

Sementara buat geek members… yah, mereka udah terlalu kreatif. Mereka bisa pake password manager semacam PasswordSafe (yup, it’s free!). Mereka kepikiran bikin password “YW@tun6^4r1foo” untuk Yahoo!, “AW@tun6^4r1fon” untuk Amazon… Mereka bisa bikin script AES atau Blowfish sendiri untuk encrypt/decrypt koleksi passwordnya di flashdisk (and randomly generated!). Cukup, cukup. Nggak usah dipikirin…



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.