Watung Blog

Surga dan Neraka

Thursday October 20, 2005 | Filed under: Spirituality

Lagu bertemakan Islam jamak sekali di bulan Ramadhan ini. Namun ada sebaris lirik di sebuah lagu Chrisye karangan Dhani Dewa 19 yang sungguh menggelitik:

Bila surga dan neraka tak pernah ada, masihkah Kau sujud kepada-Nya?

Kalau kita renungkan betul, lirik ini bukannya hendak mempertanyakan suatu keberadaan. Jauh di atas itu, ia sebenarnya ingin menggedor kembali alasan-alasan keberagamaan kita. Mengapa kita beragama? Apakah agama? Sebuah jalan menuju-Nya, sebuah cara memperoleh surga dan menghindar dari neraka?


Kita tergiur, seperti ketika membaca di Kitab Suci, akan sebuah tempat bernama “surga” dimana kita bak raja atau James Bond yang dikelilingi dan dilayani para bidadari, dan kita pun ngeri akan sebuah tempat bernama “neraka” yang disebutkan sebagai “seburuk-buruknya tempat kembali”. Lalu bagaimana jika surga dan neraka itu tak pernah ada?

Seperti ketika menghadiri undangan tahlilan tetangga: bila tidak akan ada makan dan minum disuguhkan di acara itu, masihkah kita datang berkunjung?

Tentu benar bahwa, seperti kata Al-Quran:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka syurga-syurga yang penuh kenikmatan… (Quran [31]:8)

tapi bukankah di saat yang sama pula, para Nabi pun mengajarkan:

… bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati. (Quran [2]:139)

hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal, dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. (Quran [60]:4)

Sebuah pelajaran tentang keikhlasan yang murni, sebenarnya. Ada satu ungkapan di Al-Hikam yang barangkali bisa lebih menegaskan paradox yang indah ini:

Bila engkau menuntut imbalan atas suatu amal, pasti engkau pun akan dituntut untuk tulus dalam melakukannya.

Bila kita menuntut surga atas amal-amal kita, maka kita pun dituntut untuk tulus mengerjakannya (sungguh-sungguh hanya untuk-Nya).

Dengan kata lain, bila kita menginginkannya, kita justru harus “melepaskannya”.


1 Comment »

Anonymous says:

hm…..
seperti di film kiamat sudah dekat itu ya? belajar ilmu iklas… :)

» Comment by Anonymous — February 9, 2006 @ 12:24 pm

 

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required, but will not be displayed)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.