Zero defect methodology
I’ve lost this post, so I rewrite it.
Zero-defect methodology adalah salah satu best-practice dalam pengembangan software, terutama di sisi quality-assurance. Secara harfiah, agak utopis sebenarnya, jarang sekali (kalau nggak mau dibilang nggak ada) software yang zero-defect. Tapi kalau kita pahami benar, metodenya bukannya tidak men-tolerate sama sekali defect atau bug, tapi ini adalah satu teknik untuk mengkonvergensikan (susah amat sih bahasanya) semua usaha ke arah zero-defect. Microsoft adalah penganutnya yang paling sejati.
Salah satu filosofinya yang menarik:
Test your product every day as you develop it, and fix defects as soon as you find them.
Persis seperti sebuah ayat di Al-Quran:
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera… Quran [4]:17
Tidak untuk membatasi kreatifitas, keberanian kita, sehingga kita jadi takut untuk mencoba, belajar. Yang penting adalah, bila kita sadari telah berbuat kesalahan, fix as soon as you find them! Jangan takut! Seperti kata Rumi:
Come again,
even if you may have violated your vows a hundred times
Come again…
Mohon maaf bila terlalu menggurui. Sekian, untuk minggu ini. Salaam.

I mean everybody can track your phone records. ;-) Kebetulan saya lagi nyari-nyari solusi soal
Recent comments

