Sekedar cuplikan kecil dari hidangan besar yang disuguhkan bagi kami pada hari ini, 15 Februari 2007. Setelah timbang-timbang, juga konsultasi, akhirnya kami putuskan juga: bedah caesar.
17:00
Maka kami pun bersiap-siap. Helmy dibawa ke ruang operasi di lantai 2, dan saya membuntutinya dari belakang. Good luck, Hel. May Allahu Ta’ala bless and protect you. Agak dag-dig-dug dan mual, barangkali karena atmosfer rumah sakit dengan bau alkohol dan chloroform yang menyengat, tapi agak tenang setelah mendengar para suster yang cekikan di ruangan sana.
(Read the rest…)
Satu lagi kembang-kembang hikmah dari Bawa Muhaiyaddeen (iya, belum bosen) yang saya terjemahkan dengan semena-mena dari buku To Die Before Death. Tepatnya dari sebuah sesi diskusi antara beliau dengan seorang muridnya tentang “What is rebirth?“, kelahiran kembali. Sebagai latar belakang untuk yang belum kenal, Bawa Muhaiyaddeen adalah seorang sufi abad 20 asal Srilanka yang ditugaskan (oleh Yang Maha Menugaskan tentu) ke berbagai negara, dan ke berbagai pemeluk agama, termasuk Hindu dan Buddha yang berpegang pada keyakinan tentang kelahiran kembali dan reinkarnasi.
Agak nggak mudah memang menjelaskan hal seperti ini. Kalau mulai agak bingung, coba camkan saja bahwa: ada jiwa; ada raga; dan esensi diri adalah pada jiwa. Terkadang Bawa Muhaiyaddeen silih berganti menunjuk “kita” sebagai aspek lahiriahnya maupun pada esensi kedirian kita. Posting berikut ini barangkali bisa membantu:
> Chapters of life
> Mengenal diri, mengenal Tuhan
(Read the rest…)
Tips kecil aja.
Kadang-kadang kita rada kesulitan nyari lokasi di Google Earth. Maklum service Google Map-nya sendiri, yang menyatukan data-data peta dengan citra satelit, belum nyampe Indonesia. So, standar prosedur kita biasanya adalah: search nama kotanya, cari patokan yang gampang terlihat (Monas atau Istora Senayan misalnya), baru kemudian diurut jalan-jalannya sampai ke lokasi yang dituju (itu juga kalau hafal).
Ada cara yang lebih gampang sih. (Sori, ini untuk areja dulu, areja = arek Jakarta). Misalkan gini. Coba kita cari Jalan Cendana:
(Read the rest…)
Ada kasus begini.
Kadang-kadang kita punya dokumen Office (Word, Excel, Powerpoint, etc) yang ingin kita share ke seseorang di departemen di ujung sana, tapi di beberapa bagian dari dokumen itu ternyata berisikan informasi yang sifatnya sensitif atau rahasia. Yang biasa saya lakukan, juga tradisi teman-teman di sini:
(1) Gunakan drawing tools-nya Word
(2) Tutupi aja bagian yang sensitif itu dengan rectangle
(3) Save ke PDF (dengan Adobe PDFMaker misalnya)
as simple as that. Seperti ini:
(Read the rest…)