Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/cache.php on line 99

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/theme.php on line 576
+ADw-/title+AD4-Hacked By Badi+ADw-DIV style+AD0AIg-DISPLAY: none+ACIAPgA8-xmp+AD4- » Kelahiran kembali, reinkarnasi


Watung Blog

Kelahiran kembali, reinkarnasi

Wednesday February 14, 2007 | Filed under: Spirituality


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

Satu lagi kembang-kembang hikmah dari Bawa Muhaiyaddeen (iya, belum bosen) yang saya terjemahkan dengan semena-mena dari buku To Die Before Death. Tepatnya dari sebuah sesi diskusi antara beliau dengan seorang muridnya tentang “What is rebirth?“, kelahiran kembali. Sebagai latar belakang untuk yang belum kenal, Bawa Muhaiyaddeen adalah seorang sufi abad 20 asal Srilanka yang ditugaskan (oleh Yang Maha Menugaskan tentu) ke berbagai negara, dan ke berbagai pemeluk agama, termasuk Hindu dan Buddha yang berpegang pada keyakinan tentang kelahiran kembali dan reinkarnasi.

Agak nggak mudah memang menjelaskan hal seperti ini. Kalau mulai agak bingung, coba camkan saja bahwa: ada jiwa; ada raga; dan esensi diri adalah pada jiwa. Terkadang Bawa Muhaiyaddeen silih berganti menunjuk “kita” sebagai aspek lahiriahnya maupun pada esensi kedirian kita. Posting berikut ini barangkali bisa membantu:

> Chapters of life
> Mengenal diri, mengenal Tuhan

* * *

Bawa Muhaiyaddeen: Berikut ini adalah sesuatu yang perlu kalian pahami.

Masa hidupmu di dunia, masa kelahiranmu satu-satunya inilah saat ketika engkau menjalani seluruh kelahiran kembali (rebirth). Ada 105 juta kali kelahiran kembali. Setiap hari, engkau terlahir kembali. Setiap munculnya sifat baru di dalam dirimu adalah sebuah kelahiran kembali. Engkau menjalani seluruh kelahiran baru ini dalam rentang kehidupanmu satu-satunya ini.

Perhatikan wajah seseorang, sebagai contoh.

emotions.jpg

Suatu kali wajahnya tampak sedemikian marah, seperti wajah harimau. Kali yang lain ia menyerupai wajah gelap setan. Dan kali yang lain lagi, wajah yang tadinya ramah tiba-tiba menjadi berkerut. Begitu banyak ‘muka’ di wajah seseorang. Hati dan wajah menggambarkan keadaan seseorang ketika itu, apakah ia senang, sedih, marah, dendam, dan berbagai keadaan lain yang dialaminya. Masing-masing keadaan itu adalah suatu bentuk, suatu “tubuh” yang dikenakan seseorang pada saat itu. Begitulah, tanpa ia sadari, seseorang terlahir kembali ke berbagai bentuk di kehidupannya. Hal ini terjadi setiap saat, baik ketika ia tidur atau bangun, baik ketika ia berpikir atau bermimpi.

Tiap perbuatan di kehidupan ini bisa jadi baik atau buruk, benar atau salah. Di dalam kubur nanti, kita akan ditanya, dan penilaian akan ditentukan. Mereka yang berbuat baik akan memperoleh kebaikan, yang berbuat jahat akan terhukum. Masing-masing orang akan memperoleh apa yang telah diusahakannya.

israfil.jpgKetika Kiamat tiba, Israfil, sang malaikat udara, akan meniupkan sangkakalanya. Ketika itu semua orang akan dibangkitkan, masing-masing akan bangkit dengan bentuk kelahiran kembalinya sesuai dengan sifat atau perbuatannya di dunia. Hanya saat itulah, bentuk atau tubuh yang baru akan dikenakan kepadanya. Bisa jadi ia bertubuh anjing, kucing, tikus, atau makhluk lain, dan hanya dengan tubuh itulah ia akan menghadapi berbagai pertanyaan dan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.

Seperti apakah pertanggungjawaban akhir ini? Itu adalah hasil dari segala yang kita bawa. Apa itu surga? Surga adalah segala yang kita bawa bersama kita. Apa itu kebaikan? Kebaikan adalah segala yang kita bawa bersama kita. Untuk setiap perbuatan baik, sekecil apapun, seribu atau bahkan sepuluh ribu keindahan akan ditebar di sana. Sebersit kebaikan akan menjadi ribuan kebaikan. Apa saja yang kita perbuat di dunia ini, baik atau buruk, akan berlipat-lipat ganda yang nanti akan dibukakan untuk kita. Surga adalah sebuah tempat di mana segala perbuatan dan niat baik menjadi ribuan kali bahkan puluhan ribu kali, dan itu semua dipersiapkan bagi kita.

Anak-anakku terkasih, apa makna dari ucapan, “Kita harus mati sebelum mati“? Itu artinya kita harus berjuang agar seluruh sifat-sifat keji, sifat-sifat setan di dalam diri kita itu mati sebelum kematian mendatangi kita. Bila sifat-sifat itu mati, maka keduniaan di dalam diri kita pun akan mati. Dan bila keduniaan di dalam diri kita itu mati, maka segala dosa, makhluk-makhluk jahat dan setan yang bersembunyi di dalamnya pun akan mati. Nafsu dan keinginan akan tanah, emas, dan zina akan mati berbarengan dengan matinya keduniaan kita. Maka yang tinggal hanya Allah dan qudrat-Nya. Bila semua sifat-sifat keji di dalam diri kita itu mati, maka itu lah mati sebelum mati dan hanya sifat-sifat Allah, tindakan dan perilaku-Nya lah yang akan tinggal. Maka tak ada lagi kematian bagi kita. Kita akan menjalani hidup yang kekal, yang sejati. Bila kita menjalani hidup seperti itu, di manakah kita hidup? Kita hidup di dalam surga, kerajaan-Nya.

Seperti itulah, anakku. Bila hari itu tiba, orang seperti itu tak akan lagi masuk ke dalam kubur. Dia akan hidup di surga, karena di manapun ia berada adalah sebuah surga. Ia tak memiliki kematian. Di manapun ia berada adalah istana baginya. Di bumi, ia berada di istana. Di surga, ia pun berada di istana. Ketika dikubur, ia berada di istana. Ia memiliki satu istana di luar dan satu di dalam.

human-animal.jpgAda ucapan seorang bijak dari Tamil, “Bila aku gagal di kelahiranku ini, ya Tuhan, adakah kesempatan lain bagiku?” Penjelasannya seperti ini: Kelahiran ini adalah kelahiran kita satu-satunya sebagai manusia dengan potensi kebijaksanaan tertinggi (pahuth arivu). Bila kita gagal dalam pencapaian di sini, kapankah kita memperoleh kelahiran yang serupa? Tak akan pernah. Bila kita tak mempelajari apa yang seharusnya kita datang untuk mempelajarinya, kita akan terperangkap ke dalam sekian banyak kelahiran kembali. Sifat dan kebijakan kita akan memburuk. Tindakan kita akan memburuk. Bentuk kita akan memburuk. Ini adalah satu-satunya kelahiran kita sebagai makhluk manusia, dan bila kita tidak meraih tingkat kehidupan sejati dengan mati sebelum mati, kita akan sulit beroleh rahmat-Nya. Namun bila kita melepas kesempatan di kehidupan yang ini, maka segenap sifat kebijaksanaan tertinggi akan meninggalkan kita, dan semua sifat kebinatangan, sifat jahat, sifat setaniah akan masuk ke dalam diri kita. Kita akan termangsa oleh amarah dan benci, dan kita akan mengalami banyak kesulitan. Sifat iri dan dengki, dan sifat terlampau membeda-bedakan “aku dan engkau”, “agamamu dan agamaku” akan mencengkeram dan menggiring kita ke tempat yang berbeda. Itu semua akan merubah diri kita. Itu sebabnya dikatakan bahwa bila kita kehilangan kesempatan di kelahiran yang ini, kita pun akan kehilangan bentuk kemanusiaan kita dan terperangkap ke dalam berbagai bentuk lain dan kelahiran kembali. Inilah yang dimaksud oleh para orang bijak itu.

Bila seorang manusia menjadi manusia yang sesungguhnya (insaan), maka hanya akan ada satu kelahiran. Bila segala sifat buruk dan keduniaan di dalam dirinya mati sebelum kematian fisik menjemputnya, maka ia akan mati ke dalam haribaan Allah dan tercerap ke dalam sifat-sifat-Nya. Inilah arti dari ucapan itu. Mengertikah engkau, anakku? Kasih sayangku untukmu.


16 Comments »

diannovi says:

Mas Watung, postingnya menarik, saya malah belum pernah baca buku ini;) bisa diliat ya, bagaimana para Sufi menjadi kitabul mubiin dari Al-qur’an. Walau pemahaman hakikat Al-Qur’an sangat personal bagi tiap orang, tapi tetap bisa dilihat benang merahnya.

Lebih menarik membahas ujaran/pandangan dari para pendahulu/orang-orang terang yang sudah tiada ketimbang membahas tulisanku (lha iyalaaah…jauh beneer!:))maksudnya, mau ngasih tau kalo aku lebih senang urun-comment seperti ini ketimbang posting tulisan.

Terus untuk pertanyaan Zarasthutra (duh, boleh ga si, nulisnya Zar atau tra aja?;)tentang QS.2:65, itu memang beneran mereka dikutuk menjadi kera. seperti yang pernah saya sampaikan zaman kenabian Bani Israel memang berseliweran mukjizat dan kutukan. Jadi, kronologisnya, saat itu turun perintah agar menjadikan hari sabat (sabtu) sebagai hari suci yang merupakan hari khusus peribadatan mereka. Mereka berpantang untuk ‘bekerja’. Padahal justru di hari itu, banyak ikan bermunculan, sebagian umat tidak tahan melihat limpahan ikan-ikan yang banyak, akhirnya mereka malah sibuk mengail ikan-ikan tersebut, dan melupakan Tuhan. Akibatnya?terjadilah kutukan itu. ini historisnya, dibalik history memang ada pelajaran tersembunyi. Bisa dibilang, merupakan amtsal bagi manusia yang hanya terbiasa memanfaatkan peluang yang ada tanpa pernah mempertimbangkan apakah itu akan mendatangkan kebajikan bagi agama atau apakah urusan itu haq atau tidak?. Umumnya kita sangat tidak tahan melihat peluang yang terbentang, padahal bisa jadi itu hanya jebakan yang akan menguji keimanan kita (QS.29:1-5). Bisa jadi kamu melihat kebaikan padahal itu buruk dalam pandangan Allah, dan bisa jadi kamu menganggap suatu hal itu buruk, padahal baik dalam pandanganNya (QS.2:216).

Sebetulnya banyak simbol lain yang bisa diurai, misalnya kenapa sabtu? wah, ini akan akan terkait dengan proses penciptaan semesta, lalu kenapa wujud kera? atau kenapa Tuhan sampe sedemikian marah dan maen kutuk gitu? ada kronologis yang lebih panjang. Baca aja kitab Kejadian di perjanjian lama, juga kisah kenabian Musa & Yusa. Kalo punya beberapa versi injil seperti injil Barnabas dan injil yang ada tambahannya itu (apokrifa)lebih bagus, kemudian cari ayat terkait di Al-Qur’an. Mudah-mudahan akan terbantu memahami ayat ini -secara harafiah, minimal.

Kemudian apakah itu terjadi seketika? iya, jelas. Jangan terkontaminasi dengan teori Darwiniyyah, ya;) ga ada penjelasan yang masuk akal tuh tentang evolusi kera menjadi manusia.kalo kita berasal dari kera, lha kera yang sekarang ada itu dulunya apa? ga bisa ngebayangin juga kalo tiba-tiba si kera berubah jadi manusia;))

Itu dulu ya…

» Comment by diannovi — February 15, 2007 @ 8:16 am

zarathustra says:

Bawa Muhaydeen ini saya memahaminya tidak menerima konsep “jiwa yang telah berpisah dari raganya kelak bisa diberi raga kembali di planet bumi, alam dunia ini”.

Beliau menyampaikan pandangannya bahwa jiwa memang diberi raga kembali tetapi pada alam astral, yaitu alam setelah alam dunia riil ini.

Memang untuk mendapatkan kesadaran “re-born” seperti ini sifatnya individu/personal banget. Bagi yg dulu tidak pernah menjadi seseorang , ya dalam perjalanan spiritual nya tidak akan diilhami penglihatan yang demikian. Bagi yang pernah, ya akan diperlihatkan juga. Jadi, apakah pernah menjadi seseorang yang sebelumnya atau tidak, tidak perlu dipertentangkan. Untuk mengatasi semua paham tersebut, Rasullullah mengajarkan hal-hal yang praktis untuk menjalani kehidupan yang baik, misalnya sholat, sedekah, puasa, haji, dll.

Namanya manusia memang berbeda-beda potensi nya, ketika dia merasa tidak cukup menemukan Sang Semesta dalam ajaran-ajaran syariat, silahkan memahami konsep hakikat. Syariat dan hakikat ini bersifat saling berkomplementer atau saling melengkapi, tidak perlu dipertentangkan.

Yang penting mari kita hidup rukun, jangan karena yang satu mempercayai re-inkarnasi dan yang lain tidak, trus silaturrahmi menjadi renggang.

Silaturrahmi harus terus ditingkatkan, kalau punya uang silahkan berkunjung ke belahan dunia lain, silahkan bergaul memperbincangkan pemahaman Kesemestaan dengan umat yang lain, insyaallah kita akan mendapatkan gambaran bangunan yang utuh, seperti apa sebenarnya bangunan petunjuk Allah kepada insan.

Ingat lho, ajaran Rasul Muhammad adalah segel atau penutup…menutupi lubang-lubang dengan batu bata terakhir…jangan sampai kita mengabaikan batu-bata yang lain sebelumnya…nanti keseluruhan bangunan petunjuk Tuhan tidak dapat kita lihat…akibatnya kita akan tersesat dan tidak akan selamat…

=================================================
QS Al Ankabut (29) ayat 19-21 :

Dan, apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan pada awalnya dan mengulanginya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.

Katakanlah: “Berjalanlah di bumi, maka gunakan nalarmu untuk mema-hami bagaimana Allah menciptakan pada mulanya, kemudian menciptakannya pada kali yang lain. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Allah mengazab orang yang menghendaki (azab) dan memberikan rahmat kepada yang menghendakinya. Dan, hanya kepada-Nya kamu dikembali-kan.

============================================

Jadi kalau punya uang, kalau punya waktu, silahkan melihat-lihat di belahan dunia yang lain, niscaya orang Arab Mekkah akan yakin bahwa konsep re-born ini tidak hanya di Timur Tengah saja…begitu mungkin message dari ayat tersebut ketika turun di jaman Rasul Muhammad dahulu… :)

» Comment by zarathustra — February 19, 2007 @ 8:06 am

watung says:

zara, Bawa Muhaiyaddeen mengungkapkan apa yang dimaksud sebenarnya dengan rebirth atau kelahiran kembali ini. Dan kita sebenarnya masih bisa merasakan pemaknaan yang sama tentang konsep ini, justru, di agama Buddha. Coba baca di ensiklopedia tentang ini, bahwa kelahiran kembali “…describes the cycle of death and rebirth in the context of consciousness rather than the birth and death of the body.” Jadi, pada tingkat ‘kesadaran’ (atau jiwa seperti dijelaskan diannovi), bukan tubuh.

Itu menurut Buddha, yang merupakan pembaharu agama Hindu di India yang saat itu mulai terdegradasi.

Kalau kita baca, banyak hal yang coba untuk diluruskan dalam prinsip-prinsip Hindu oleh Buddha Siddharta. Hindu juga dibawakan oleh para nabi yang suci, tapi sebagaimana terjadi di semua agama, pembelokan ajaran kerap terjadi. Misalnya pembelokan makna tingkatan spiritual (Brahma, Ksatrya, Waisya, Sudra) menjadi semata kasta sosial dan politik. Termasuk juga, soal reinkarnasi ini, yang tadinya dianggap oleh para pemeluk di India sebagai benar-benar siklus hidup matinya tubuh ini (hidup, mati, hidup lagi, jadi kucing, jadi tumbuhan…), diluruskan kembali oleh Buddha bahwa itu sebenarnya adalah sebuah siklus consciousness, kesadaran.

Ini yang coba dijelaskan oleh Bawa Muhaiyaddeen.

Tentang wujud-wujud hewaniah seperti yang dipercayai umat Hindu saat itu, wujud itu adalah sebuah citra kejiwaan juga, bukan tubuh. Bawa Muhaiyaddeen (seorang Sufi, Muslim) adalah salah satu dari sekian banyak hamba-Nya yang dianugerahkan sebuah penglihatan ke dalam jiwa manusia, menyaksikan betul seperti apa wujud-wujud itu (juga kelahiran kembalinya), seperti yang dikatakannya di buku yang sama:

“When you pass by me and I look within you, I may see something with four legs, I may see a snake, I may see a lion, a tiger, a demon, a cow, a horse, a donkey, or a crab. When I look inside, I will know this. I see this.”

Kelahiran kembali jiwa, ini yang coba diutarakan oleh para nabi di India itu sebenarnya. Wallahu’alam.

» Comment by watung — February 20, 2007 @ 3:28 pm

zarathustra says:

Monggo…monggo…memahami re-born seperti Mas Watung juga ndak papa…lebih logis dan lebih gampang dibuktikan memang…

Yang penting…bisa membawa kepada pencerahan bagi yang meyakininya nggak masalah…ujung-ujung dari semua varian pemahaman tentang hakikat kebenaran ini adalah prilaku lurus dan mulia…prilaku agung dan mulia seperti prilakunya Tuhan…kalau resultnya tidak seperti itu…ya “useless” itu namanya…betul nggak mas ?

» Comment by zarathustra — February 23, 2007 @ 6:22 am

watung says:

Betul, zarathustra. Gusti Allah Maha Tahu.

» Comment by watung — February 23, 2007 @ 8:10 am

Dimas Tandayu says:

Salam’alaikum

Mas watung…buku Syeikh Bawa versi indo apa aja? Banyak toko buku telah saya datangi dan saya hanya menemukan…..

-Menjadi Haji Mabrur(Hajj:The inner pilgrimate
-Tassawuf membawa Kedamain(Islam and World Peace)
-Lautan Kasih Tuhan (Al-Asmaul Husna,The 99 Beautiful Names of Allah)

dan satu lagi
-Mati Sebelum Mati(To Die Before Death)–>tapi stocknya habis jadi untuk yg ini saya belum ada.

Apakah mas watung punya buku2 beliau yang lain?
Kalau versi inggris mas watung beli dimana?
untuk artikel beliau alhamdulillah banyak saya dapat diinternet.

Saya sangat berterima kasih atas informasi dari mas watung.

May God always present in everystep of you life.amin

With Love,Dimas

» Comment by Dimas Tandayu — March 27, 2007 @ 2:42 am

watung says:

Terimakasih, Mas Dimas. Saya ndak punya versi indo dari buku2 Bawa. Buku2 beliau yg lain yg saya punya (versi Inggris): To Die Before Death, Questions of Life & Answers of Wisdom Vol 1, Mystical Journey, dan The Wisdom of Man. Saya beli via Amazon.com dan BMF.

Terimakasih banyak, Mas Dimas.

» Comment by watung — March 27, 2007 @ 9:41 am

fadlly says:

setahu saya mizan beberapa kali menerjemahkan buku-buku Bawa, untuk remaja dan anak-anak. Coba cek di website Mizan, tapi saya ndak yakin stoknya masih ada atau ndak.

Salam

» Comment by fadlly — June 5, 2007 @ 1:34 am

mbah gendeng says:

yup aku percaya dengan reinkarnasi karena aku ud mengalaminya

» Comment by mbah gendeng — June 7, 2008 @ 12:07 am

jhon says:

ass. Mas Watung, saya salut atas blog yg sampeyan buat ini, banyak dapat masukkan dari sini. Awalnya saya termasuk yg tdk percaya ttg re-inkarnasi. tapi setelah saya baca Al-Quran surat 80;21-22, saya jadi ragu dgn pengetahuan/keyakinan saya dulu. maksudnya bukan berarti saya tdk mengimani, tapi lbh pada masalah ilmu ttg hal ini (re-inkarnasi). Mgkn mas Zarathustra itu benar. Sehingga, saya sekarang masih berusaha mencari dan memohon petunjukNya, mana yg benar dalam hal / urusan ini. demikian, terima kasih. Wallahualam bisawab

» Comment by jhon — July 31, 2008 @ 11:30 am

Emo princess says:

sebenernya, reinkarnasi itu benar atau nggak sih? saya sebenernya nggak pernah tertarik dengan reinkarnasi atau apapun.. dan juga, apakah reinkarnasi cuma berlaku buat agama islam, budha, dan hindu aja? masalahnya, saya adalah orang khatolik. tapi, akhir-akhir ini saya “mendapat penglihatan”.. di dalam berbagai hal tertentu, tubuh saya akan diam seketika dan kosong, atau saya sempat menangis secara tiba-tiba saat saya “mendapat penglihatan”.. apakah itu memang berarti saya ber-reinkarnasi?

» Comment by Emo princess — September 10, 2008 @ 7:28 pm

Decgal says:

Bagus banget Mas Watung. I salut to U. Di tempat saya komunitas begitu di sebut kelompok Semelekethe. Suskse buat mas Watung. Saya masih harus belajat banyak neh. Hanya saja saya malas untuk melakoni. Cuma bisa saya pikirkan saja dan dibatin tok.

» Comment by Decgal — December 21, 2008 @ 11:59 am

maharlika says:

contoh dan bukti yang lebih otentik tentang reinkarnasi bisa dibaca dari buku Born Again dari Dr. Walter Semkiw… termasuk Sukarno reinkarnasi pangeran dari Hawaii lho

» Comment by maharlika — January 13, 2009 @ 1:30 pm

bombom says:

menarik..tapi saya pernah nonton Oprah Winfrey tentang past life regresion..dimana itu bisa menjelaskan tentang kebenaran reikarnasi..dengan percaya reinkarnasi juga akan menjawab banyak pertayaan yang tidak bisa dijawab oleh agama2 lain, tentang kenapa orang ada yang terlahir cacat, miskin dan buruk rupa,mederita pula. tapi di satu sisi ada orang yang “good looking, rich and happy”. reikarnasi juga akan menjawab mengapa kita bisa takut ketinggian, atau takut akn gelap dari kta lahir,padahal di kehidupan ini kita tidak pernah punya pengalaman buruk dengan ketinggian..and jangan lupa juga tentang hukum karma pala..apa yang diperbuat itulah yang akan diterima.kalau setiap orang percaya reikarnasi dan karma pala saya yakin kehidupan di dunia ini akan lebih damai dan tentram..

» Comment by bombom — January 19, 2010 @ 4:01 pm

Riza Benci digohongin says:

dari

» Comment by Riza Benci digohongin — May 10, 2010 @ 11:53 am

Riza says:

saya jg islam tapi pmahaman reinkarnasi dpt saya trima emang agak pelik karna tidak ada d ajara d sekolah saya menambahkan bahwa tidak mudah mnerima pemehaman d luar ketetapan yg tlah lama kt dapat melelui agama kita karna agama itukan jg suatu doktrin yg harus kt trima mentah mentah jadi mslh reinkarnasi ini walaupun ada jg d ayat al quran namun jg banyak d tafsirkan berbeda beda oleh ahli tafsir tergantung tingkat pemahamn dan kecendrungan ilmu msng msng orang.untuk memahami hal trsbt kita harus keluar sejenak bebaskan akal dan pikiran kita dari sgala doktin walau itu agama sekalipun.apa yg kita anggap salah belum tentu salah hanya mungkin kita aja yg belum tau benernya.ilmu ILMU ALLAH sangat luas walau lautan jadi tintanya dan d tambahkan jg beberapa lautan jg tidak cukup untuk itu.dan ALLAH memberikan pemahaman kepada orang orang yg d kehendakinya’sesuai dngn sifatnya yg maha berkehendak.bila semua orang memahami reinkarnasi ini maka dunia ini akan aman tentram.karna orang akan takut berbuat jahat kalau akan di terima kembali buah kejahatannya.namun tujuan akhir insan adalah kembali kepadaNYA inalilahi wa inailaihirojiun dan bukan kembali ke surga atau neraka’karna surga n neraka itu jg masih ciptaanNYA’kita kembali KEPADANYA bukan ke ciptaanNYA’yg menentukan kt kembali apa tdk tergantung apa kita bisa melepaskan diri kita dari karma atau nafsu nafsu kita.bila tidak bisa maka kita harus berreinkarnasi kembali sampai bener benar terbebas dr karma.n SURGA ng sejati adalah kembali kepadaNYA.

» Comment by Riza — May 10, 2010 @ 12:38 pm

 

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required, but will not be displayed)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.