Titipan kedua
Sekedar cuplikan kecil dari hidangan besar yang disuguhkan bagi kami pada hari ini, 15 Februari 2007. Setelah timbang-timbang, juga konsultasi, akhirnya kami putuskan juga: bedah caesar.
17:00
Maka kami pun bersiap-siap. Helmy dibawa ke ruang operasi di lantai 2, dan saya membuntutinya dari belakang. Good luck, Hel. May Allahu Ta’ala bless and protect you. Agak dag-dig-dug dan mual, barangkali karena atmosfer rumah sakit dengan bau alkohol dan chloroform yang menyengat, tapi agak tenang setelah mendengar para suster yang cekikan di ruangan sana.

Kemudian dokter anestesi mengantar saya ke ruang ganti. Musti steril. Dan di ruang itu pula telah ada Dokter Okky yang akan menangani operasi ini. Sembari kita berdua ganti baju, ia terus menyerocos soal SUV di handphone-nya, dan melirik sebentar melihat saya yang ceklak-ceklik sendiri di depan cermin. “Dasar narsis…”

Hmm, kostum yang keren… “Sudah, Pak! Jadi ikut nemenin ndak?” suara suster memecah di balik pintu… dan operasi pun dimulai.

Helmy sendiri dibiarkan dalam keadaan sadar. Anestesi parsial. Mungkin setengah badan. Entah kenapa, kok mulai agak merinding juga. Dan Helmy mulai sedikit pucat. Rasanya seperti ketika kita berada di depan pintu sebuah ruangan yang gelap gulita, bertanya-tanya apa yang terjadi jika kenop ini kita putar, pintu terbuka, ada apa di baliknya.
“Kita dengarkan musik saja ya,” ujar dokter.
Forget it, Sir, it won’t work, pikir saya. Dan memang suara tape itu tak pernah terdengar oleh saya, juga haha-hihi para dokter dan suster tentang Valentine kemarin. Dan saya mulai mondar-mandir ketika dokter bergerak membuka sayatan pertama, kedua, ketiga… Sebuah fenomena yang mengerikan: darah mengalir, kulit dan daging dilipat-lipat, persis seperti apa yang dilakukan tukang jagal Idul Qurban. Dan mereka melakukannya sembari mengoceh tentang permen coklat dan kartu ucapan…
Tiba-tiba, sebersit kulit rambut mulai tampak. Dokter lalu menyobek sana sini, sehingga permukaan kulit bagian atas itu semakin jelas. Dan menyembul lah sebuah kepala, merah, agak pucat dan keriput, seperti telah terendam sekian lama, dengan mata tertidur. Ya ampun, itu kepala manusia! Bagaimana dia bisa ada di situ? Lalu dokter pun merogoh, memasukkan seluruh tangannya, dan… persis bak tukang sulap yang mengeluarkan kelinci dari dalam topi, simsalabim: bayi yang meraung-raung!

18:27
Laki-laki perkasa, 3.3 kilogram, panjang 48 senti. Sehat. Alhamdulillah. Dan seorang suster yang baik memperkenankan saya untuk memotong ari-arinya, dan menyerukan sebaris adzan ke telinganya:
Anakku sayang, camkan ini baik-baik
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Saksikanlah tiada yang patut disembah,
hanya Allah saja!
Dan sungguh, Muhammad adalah rasul-NyaTegakkan shalat, raih kemenanganmu
Tegakkan shalat, Nak, raih kejayaanmu!
Allah Maha Besar, Allah Maha BesarSungguh, tiada yang patut kautuju,
kecuali Dia semata
Melirik sebentar ke arah asal suara itu, berkedip-kedip pelan, menyunggingkan sebersit senyum… Oke sip, sepertinya dia paham. ;-)

Hmm, sepertinya mirip… ayah, tentu saja! Bercak-bercak itu bukan apa-apa, hanya cipratan darah. Peperangan yang melelahkan ya, Nak?
Dan akhirnya… ah, mari sini, Nak. Mari sini. Lihatlah itu, teman-teman, darimana ia mendapat mata itu, telinga itu, mulut itu?

Saya ingat dulu ada yang bilang: A baby is God’s opinion that the world should go on. Bayi adalah tanda bahwa Tuhan belum bosan dengan manusia. Sebuah harapan.
Semoga menjadi anak yang soleh, bakti kepada-Nya, berjuang bagi bangsa dan negaranya, jadi penyejuk hati kedua orangtuanya. Semoga Allah menganugrahkan kekuatan kepada kami dalam memperkenalkan-Nya kembali kepadamu, Nak. Amin.
Hidangan selesai. Mari mulai bekerja.
39 Comments »
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Recent comments


Allhamdulilah…selamat ya :)) semoga menjadi anak yang sholeh, dan berguna buat nusa dan bangsa.. Aamiin…
» Comment by siska — February 16, 2007 @ 5:18 am
Selamat mas….anak ke berapa??
» Comment by yyuana — February 16, 2007 @ 7:49 am
Ehhh udah kejawab…yang kedua ya???? tadi ngebaca tidak ngelihat judul…huwahaaaaa…..Terpana ama fotonya…he..he…
» Comment by yyuana — February 16, 2007 @ 7:52 am
Selamat atas kado titipan ke-2 ..mas watung n mbk helmy
» Comment by nung — February 17, 2007 @ 6:06 am
Congrats! Lho, caesar?
» Comment by Herry — February 17, 2007 @ 7:19 am
Terimakasih, siska. Terimakasih, yyuana. Terimakasih, teh nung. Terimakasih, herry. Terimakasih atas segala doa yang sempat terucap. Semoga menebarkan kebaikan bagi kita semua.
Betul, her. Rencananya normal. Tapi karena bayi di perut belum turun, anjuran dokter, dan anjuran ‘Dokter’ ;-)… akhirnya ya itu: caesar.
» Comment by watung — February 17, 2007 @ 3:03 pm
Alhamdulillah, cakep bener ya :-) Salam buat Helmy…
» Comment by Sofie — February 17, 2007 @ 8:01 pm
Segala puji bagi Tuhan Semesta…Tuan dari semua tuan…Tuhan dari semua tuhan…Dia yang senantiasa sibuk menyempurnakan ciptaan-Nya…Insyaallah, bayi ini kelak menjadi insan yang sholeh, yang selalu mendapat ilham kebaikan di hatinya sehingga selalu lancar dalam kehidupannya…amin
» Comment by zarathustra — February 19, 2007 @ 7:20 am
Selamat yo kang… calon programmer juga neh ? ;;)
» Comment by irmanator — February 19, 2007 @ 10:36 am
Terimakasih, Sofie (salam sudah disampaikan). Terimakasih, zarathustra (semoga… amin). Terimakasih, irmanator (programmer, selebritis, apa aja boleh… yang penting bukan programmer. lho?).
» Comment by Watung — February 19, 2007 @ 4:02 pm
selamat pakdhe watung, semoga jadi putra yang sholeh, btw diberi nama sapa kie? salam dari kami sekeluarga
» Comment by khulwi — February 20, 2007 @ 2:48 am
Wah selamat selamat …
Semoga jabang bayi dan keluarga selalu sehat, makmur, dan sejahtera.
Cakra & Family
» Comment by Cakra — February 20, 2007 @ 3:41 am
Selamat bos, atas jagoan barunya. Gw curiga momen yang membahagiakan ini juga ditunggangi semangat memperluas insting narsis loe ya …
Satu lagi, tau ngga bahwa membacakan adzan dan iqomah ke telinga anak yg baru lahir itu bid’ah :)
» Comment by medwi — February 20, 2007 @ 4:25 am
Sorry, salah identitas. komen yang diatas itu dari gw. Siapa lagi yg bisa memberikan komen kayak gitu yak …
» Comment by medwi — February 20, 2007 @ 4:29 am
Komen satu lagi. Tung kamu sadar ga kamu berdiri sedemikian rupa sehingga gantungan baju dibelakangmu membentuk image seolah2 kamu adalah malaikat dengan sayap terlipat dibelakangmu. Kalo fotonya agak keatas dikit, kita pasti bisa ngeliat bundaran halo di atas kepalamu :)
» Comment by medwi — February 20, 2007 @ 4:33 am
Terimakasih, khulwi (namanya belum, menyusul). Terimakasih, Cakra (amin, amin). Terimakasih, medwi (ampun deh… elu tu yah.. ;-) bid’ah, masa sih? yah ada ulama2 yg bilang gitu. nah, gua merujuk ke mereka. ok? anyway, matur nuwun, medwi)
» Comment by watung — February 20, 2007 @ 9:59 am
Alhamdulillah, selamat buat mas Watung dan Mba Helmy.. Sampaikan salam saya buat Muhammad Dipa Budiono :)
» Comment by Adang Hidayat — February 21, 2007 @ 4:12 am
Terimakasih, Mas Adang. Salam ‘Eeeeeekkkkk…’ balik dari Dipa. ;-)
» Comment by watung — February 21, 2007 @ 9:18 am
om watung & mba helmi selamat ya.. C: anaknya lucu Cx .. aska punya ade juga .. hha
» Comment by muti ;D — February 23, 2007 @ 8:33 am
selamat ya atas kelahiran putra ke 2 om watung & mba helmi C: aska skarang punya ade .. adenya lucu Cx semoga jd anak yg berbakti ya..
» Comment by muti ;D — February 23, 2007 @ 8:36 am
maaf ngirim tiga kali
» Comment by muti ;D — February 23, 2007 @ 8:40 am
heheh… ndak papa. terimakasih ya, muti. makasih banyak.
» Comment by watung — February 23, 2007 @ 8:50 am
mas watung, slamat yah buat kelahiran dipa… aku baru tau kabarnya hari ini..
estafet sms dari helmy ke suamiku trus ke aku… wehehehe… :D
wis, pokonya slamet… anaknya dua cowo.. anak kita dua dewe.. bowleh.. bowleh dijodohin… wegegege..
salam kangen buat helmy ya mas :)
» Comment by astri — February 26, 2007 @ 4:26 am
Mas Watung dan Helmy, Segala puji bagi Allah, selamat ya atas kehadiran dedek Dipa nya. Babynya lucu bangeeet;)) namanya juga bagus. Semoga menjadi do’a. Semoga kelak ade Dipa menjadi pewaris (diin-Allah) yang amanah dan Allah ta’ala jadikan ia seorang yang berada dalam keridhoanNya selalu (Qs.19:6). Amin..
» Comment by diannovi — February 26, 2007 @ 6:43 am
Thanks ya, Astri. Dan selamat buat Keluarga Nugraha juga, aku lihat di blognya… wwheheh… cewe lagi ya… Semoga jadi anak solehah. Dijodohin? Siapa takut… ;-)
Thanks, Mbak Dian. Terimakasih juga sudah berkunjung ke rumah, juga kadonya (yg sangat surprising buat Azka keliatannya). Makasih, makasih…
» Comment by watung — February 26, 2007 @ 9:20 am
watung.. selamet yah buat kalian..
lucu bgt anaknya!! fotonya juga bagus2, watung :)
» Comment by riawinanda — March 2, 2007 @ 3:13 am
selamat! semoga menjadi anak yang sholeh :)
» Comment by dodY — March 5, 2007 @ 11:26 pm
selamat ya mas watung, cute banget itu si dedek Dipa, duh jadi pengen lagi, tapi ga mau capeknya hehe piye.Lam kenal buat mbak helmy nya ya :-)
» Comment by Agnes — March 6, 2007 @ 4:46 am
Selamat ya Mas Watung. Lihat tangannya, kekar sekali. Satu lagi potret dari Tuhan buat Mas Watung dan Mbak Helmy diberikan. Semoga nanti kalau udah besar hasil ‘foto’nya bagus sekali.. anak yang sholeh.
» Comment by Ismail Fahmi — March 6, 2007 @ 3:01 pm
Terimakasih, Ria, Dody. Terimakasih juga Mbak Agnes, Mas Ismail. Semoga melalui doa anda-anda ini, Allah menebarkan kebaikan bagi kita semua. Amin.
» Comment by watung — March 6, 2007 @ 11:13 pm
semoga keselamatan dan keberkahan senantiasa terlimbah buat watung, helmy dan keluarga,
punten gak sempet nengok, lagi disibukkin penghuni baru jg, hehe, anak kita berselisih 17 hari, semoga sama-sama diberi kekuatan untuk dapat mewujudkan doa sang anak dari namanya yang kita sematkan dalam dirinya.
alhamdulillah, nambah satu lagi “sang juru bicara” tentang siapa kita para orangtuanya, hayoo, kita berlomba menemukan diri sejati kita lewat anak2 kita…… bismillah…
» Comment by kuswandani — March 22, 2007 @ 1:09 am
Terimakasih ya, Mas Kus.
» Comment by watung — March 22, 2007 @ 9:36 am
Mas Watung, aku baru browsing2 lagi dan baru post ini. Selamat yaah!!!
» Comment by Muswardi — April 3, 2007 @ 4:36 pm
Hi Tung, Tak sengaja bertemu blog-mu.
Im happy for You and Helmy. Ya, saya tahu rasanya, titipan yang ini memang indah sekali.
The brightest light in our darkest night, kata Babel. Kata saya, Tuhan menampakkan dirinya. Semoga Dipa besar menjadi anak dan manusia yang bahagia. Amin.
» Comment by Cip — April 9, 2007 @ 5:34 pm
Ardi, Cip, tengkyu yah! Semoga kebaikan tercurah buat kita semua.
» Comment by watung — April 9, 2007 @ 8:48 pm
Subhanallah, dulu dapat khabar ttg kelahiran putra keduanya dari temen, sekarang lihat sendiri blognya jadi merinding.
Top, suami yang tegar, selamat mas atas kelahiran putranya.
» Comment by zaenul — April 9, 2007 @ 10:26 pm
Merinding membaca cerita perjuangan kelahiran anak ini. Apalagi saat azan dikumandangkan. Semoga menjadi anak yang mampu membawa perobahan positif bagi bangsa
» Comment by alnov — June 6, 2007 @ 2:30 pm
Mas Watung..air mata saya sampe netes ni baca tulisan ttg perjuangan Dipa dan Ibunya..
Semoga menjadi anak yang dapat dibanggakan orantuanya, dan dibanggakan agama tentunya..
salam buat mb Helmy :)
Salam kenal, saya baru ‘nemu’ blog ini, karena di-link soal HATI dari opini mas watung di pagenya Mas Romi.. ternyata isinya Subhhanallah..sejenak saya dekikikan waktu baca puisinya Azka(sampe ditanyain temen kantor), sejenak kemudian saya nangis terharu waktu baca ttg ini..
» Comment by Lintang — January 24, 2008 @ 10:50 am
Mbak Lintang, salaam. Terimakasih.
» Comment by watung — January 27, 2008 @ 8:26 pm