Watung Blog

Rasulullah, pengemis tua, dan satu sen

Thursday July 19, 2007 | Filed under: Spirituality
16 Comments

hand.jpgoleh Bawa Muhaiyaddeen

Cucu-cucuku tersayang, perempuan maupun laki-laki. Tuhan telah menempatkan seluruh kekayaan-Nya di dalam diri kita. Dia telah menganugrahkan kepada kita kekayaan mubarokat, kekayaan tiga dunia. Temukanlah khazanah ini melalui perilaku yang baik. Kekayaan itu benar-benar ada, namun tersembunyi jauh di dalam diri kita. Kita sendirilah yang telah menguburnya, terpendam oleh rasa iri dan dengki, dan kini kita musti menggalinya dalam-dalam untuk memperoleh kembali kekayaan itu. Kita musti mengeruk dan menepis jauh-jauh kegelapan untuk memperolehnya.

Anak-anakku terkasih. Untuk menjelaskannya, ijinkan aku bercerita tentang sebuah kisah. Cerita tentang Rasulullah s.a.w.

Di kota Madinah, tersebutlah seorang tua. Hidupnya sangatlah nestapa. Kesulitan demi kesulitan menimpanya, masalah demi masalah. Ia mengadukan nasib hidupnya ini kepada orang-orang yang kemudian menyuruhnya pergi ke tempat ini dan itu. Awalnya ia memohon kepada raja dan raja berkenan membantunya, namun pak tua itu tak beroleh banyak dari uluran tangannya. Lalu ia pergi ke para guru yang kemudian membantunya ala kadarnya, namun ia tetap miskin. Tampaknya tak seorang pun sanggup mengangkat kesulitan yang dihadapinya. Tak satu pun cara mampu mengubah keadaannya. Dan tiada henti ia bertanya siapa gerangan yang dapat mengakhiri kesengsaraan hidupnya ini.

(Read the rest…)


Takdir. Then why are we here?

Thursday July 12, 2007 | Filed under: Spirituality
22 Comments

walk1.jpg

Tanya: Berapa banyak dari hidup kita yang sudah ditakdirkan, dan berapa banyak yang kita sendiri bertanggungjawab atasnya?

Bawa Muhaiyaddeen: Tuhan telah mengajarimu segenap hal. Segalanya tertulis di dalam dirimu. Sebelum engkau datang ke dunia ini, Dia mengatakan, “Aku mengirimmu ke sebuah sekolah bernama ‘dunia‘. Sebuah tempat sementara. Pergilah ke sana barang sebentar untuk belajar tentang ’sejarah’-Ku, sejarahmu sendiri, dan sejarah yang lain. Cari tahu siapa yang menciptakan semuanya ini, siapa yang bertanggungjawab atas semuanya ini, siapa Sang Penjaga yang melindungimu, dan apa yang menjadi milikmu sebenarnya. Jika engkau telah belajar dan paham seluruh sejarah ini, engkau akan tahu siapa dirimu dan siapa Dia yang engkau butuhkan, Dia yang sebenarnya, Dia yang akan hidup selamanya.

(Read the rest…)


Kabar Dipa

Wednesday July 11, 2007 | Filed under: Family
5 Comments

dipa11.jpg

Yah sejauh ini baik-baik saja, alhamdulillah. Yang menarik ketika mendapati titipan kedua adalah kita mengulangi kembali segala keribetan di titipan pertama. Kembali lagi ke soal popok, ASI, pipis di mana-mana, timang-timang malam hari… setelah 6 tahun berselang.

Padahal anak sebenarnya adalah ’spesies’ yang berserah diri. Mereka tak punya rasa khawatir. Nggak pusing soal makan dan minum. Nggak peduli mau kelewatan nonton Heroes atau bangun kesiangan. Nggak mikirin besok, bulan depan, masa depannya. Dia hanya tahu satu hal: segalanya sudah dijamin. Ketika lapar, kesepian, atau takut, yang ia lakukan adalah cukup dengan, “EEEEEAAAAAAAKK!” Maka seluruh masyarakat dunia pun tergopoh-gopoh menyambut.

(Read the rest…)


Apa yang Tuhan inginkan

Tuesday July 10, 2007 | Filed under: Spirituality
6 Comments

bawa.gifAda sebuah fase ketika seorang pejalan dan orang-orang yang percaya musti sejenak berhenti, barangkali di antara jeda-jeda nafas ini: apa yang sebenarnya Tuhan inginkan? Apakah diam saja bagai emas atau berbicara? Apakah tetap tinggal atau hijrah? Apakah musti ke dokter atau biarkan saja? Apakah sekolah lagi atau bekerja? Apakah musti memberinya atau membiarkannya?

Yang mana yang Ia maui?

Pertanyaan serupa diajukan di sebuah diskusi bersama Bawa Muhaiyaddeen (seorang sufi asal Srilanka), terekam di (dan diterjemahkan dengan semena-mena tanpa ijin dari) buku Questions of Life, Answers of Wisdom Vol. 2.

* * *

Tanya: Kadang saya tak tahu lagi apa yang Tuhan maui. Apakah Dia ingin saya melakukan sesuatu agar terjadi, atau Dia mau saya diam saja dan menerima apapun yang terjadi?

(Read the rest…)


Review-before-submit phenomena

Saturday July 7, 2007 | Filed under: Management
3 Comments

Mari kita bayangkan. Sebuah laporan penting musti disiapkan oleh masing-masing country director dalam 2 minggu ini. Laporan yang kompeks dan cukup memerlukan effort sebenarnya. Namun 2 minggu, cukup masuk akal.

Bu Country Director: Halo, Pak Vice President. Bisa disiapkan laporannya dalam 10 hari ini untuk saya bawa ke Singapore nanti di board review? (Note: 10 hari, karena dia perlu review dulu sebelum submit. Lagi pula, dia habis ikut seminar Six Sigma tentang How To Stretch Your Employees)

Pak Vice President: 10 hari ya, Bu. Baik, Bu.

Pak Vice President: Halo, Pak Senior Manager. Bisa disiapkan laporannya dalam seminggu ini? (Note: dia juga perlu review dulu sebelum submit)

Pak Senior Manager: Minggu depan, Pak? Ok, pak. Saya usahakan.

Pak Senior Manager: Halo, Bu Manager. Bisa disiapkan laporannya dalam 5 hari ini? Saya coba review dulu sebelum saya submit minggu depan. (Note: sama, perlu review dulu. Dan seterusnya…)

Bu Manager: 5 hari? Ok, saya coba usahakan sebelum Jumat ya, Pak.

Bu Manager: (Gila! Gue Senin dan Selasa cuti…). Kroco, saya tahu ini agak mendadak. Tapi tolong siapkan laporannya sampai besok malam sebelum saya cuti lusa? Saya coba review dulu sebelum saya submit Jumat-nya.

Kroco: … (Note: Kroco melakukan head bang a la Sepultura ke keyboard dan monitor di depannya).

Menarik kan? Dari 2 minggu alokasi waktu di tingkat atas, menjadi 1 hari di tingkat bawah.

Yang terjadi kemudian: isi laporan menjadi sangat-sangat minim, dan musti direvisi bolak-balik ketika di-review di masing-masing tingkat, karena kurang ini dan itu. Dan waktu yang dibutuhkan untuk merevisi, mereview lagi, revisi lagi, review lagi… ehm, 2 minggu.

Sama-sama 2 minggu sih, tapi yang ini lebih stress.


Lomba kaos Detikinet

Friday July 6, 2007 | Filed under: Fun Stuff
5 Comments

Iseng-iseng coba ikutan lomba desain kaosnya Detikinet (read more here). Hadiahnya: ada Blackberry, handphone Nokia, Digicam… Lumayan.

Yang pasti sih, kita nggak mau bikin yang kayak kaos-kaos olahraga itu lah. Garing. Rasanya kok kayak seragam gerak jalannya ibu-ibu PKK. ;-) Yah, inginnya lebih ke t-shirt yang biasa dipakai orang buat branding produk, atau yang isinya slogan-slogan yang rada nakal buat nge-leverage awarenes (keren amat istilahnya) a la Dagadu dan kawan-kawannya itu. Pikir punya pikir… hmmm… yang pake kaos adalah orang-orang IT, dan musti eye-catching buat yang ngeliat kaos (yang orang-orang IT juga, target audience-nya Detikinet) . So, musti kerasa juga warna IT-nya, kulturnya, kehidupannya…

So I come up with two.

(Read the rest…)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.