Review-before-submit phenomena
Mari kita bayangkan. Sebuah laporan penting musti disiapkan oleh masing-masing country director dalam 2 minggu ini. Laporan yang kompeks dan cukup memerlukan effort sebenarnya. Namun 2 minggu, cukup masuk akal.
Bu Country Director: Halo, Pak Vice President. Bisa disiapkan laporannya dalam 10 hari ini untuk saya bawa ke Singapore nanti di board review? (Note: 10 hari, karena dia perlu review dulu sebelum submit. Lagi pula, dia habis ikut seminar Six Sigma tentang How To Stretch Your Employees)
Pak Vice President: 10 hari ya, Bu. Baik, Bu.
Pak Vice President: Halo, Pak Senior Manager. Bisa disiapkan laporannya dalam seminggu ini? (Note: dia juga perlu review dulu sebelum submit)
Pak Senior Manager: Minggu depan, Pak? Ok, pak. Saya usahakan.
Pak Senior Manager: Halo, Bu Manager. Bisa disiapkan laporannya dalam 5 hari ini? Saya coba review dulu sebelum saya submit minggu depan. (Note: sama, perlu review dulu. Dan seterusnya…)
Bu Manager: 5 hari? Ok, saya coba usahakan sebelum Jumat ya, Pak.
Bu Manager: (Gila! Gue Senin dan Selasa cuti…). Kroco, saya tahu ini agak mendadak. Tapi tolong siapkan laporannya sampai besok malam sebelum saya cuti lusa? Saya coba review dulu sebelum saya submit Jumat-nya.
Kroco: … (Note: Kroco melakukan head bang a la Sepultura ke keyboard dan monitor di depannya).
Menarik kan? Dari 2 minggu alokasi waktu di tingkat atas, menjadi 1 hari di tingkat bawah.
Yang terjadi kemudian: isi laporan menjadi sangat-sangat minim, dan musti direvisi bolak-balik ketika di-review di masing-masing tingkat, karena kurang ini dan itu. Dan waktu yang dibutuhkan untuk merevisi, mereview lagi, revisi lagi, review lagi… ehm, 2 minggu.
Sama-sama 2 minggu sih, tapi yang ini lebih stress.
3 Comments »
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Recent comments


ha ha ha.. ternyata di dunia kerja yang katanya profesional,(S)istem(K)ebut(S)emalam masih jadi andelan ya, pantesan dunia semakin sempit .. he he.he.. semuanya produk instant. Salam solidaritas buat kroco dari sesamanya :))
» Comment by siska — July 10, 2007 @ 3:40 pm
Funny heh.. Dalam satu hari, alokasi yg mustinya 2 minggu bisa menjadi 2 hari karena setiap orang melempar ke bawah, bawah, bawahnya lagi dan masing-masing pengen review before submit ke atasnya. Unconscious shared stupidity… ;-)
» Comment by watung — July 11, 2007 @ 12:01 pm
Hm…
Macam kerjaan di kantorku pula. Hahaha…
» Comment by santri saja — August 30, 2007 @ 12:45 pm