Watung Blog

Kabar Dipa

Wednesday July 11, 2007 | Filed under: Family

dipa11.jpg

Yah sejauh ini baik-baik saja, alhamdulillah. Yang menarik ketika mendapati titipan kedua adalah kita mengulangi kembali segala keribetan di titipan pertama. Kembali lagi ke soal popok, ASI, pipis di mana-mana, timang-timang malam hari… setelah 6 tahun berselang.

Padahal anak sebenarnya adalah ’spesies’ yang berserah diri. Mereka tak punya rasa khawatir. Nggak pusing soal makan dan minum. Nggak peduli mau kelewatan nonton Heroes atau bangun kesiangan. Nggak mikirin besok, bulan depan, masa depannya. Dia hanya tahu satu hal: segalanya sudah dijamin. Ketika lapar, kesepian, atau takut, yang ia lakukan adalah cukup dengan, “EEEEEAAAAAAAKK!” Maka seluruh masyarakat dunia pun tergopoh-gopoh menyambut.

dipa5.jpg

Kini 5 bulan sudah usianya. Masih pake ASI. Oh, ASI! Jadi inget… Ibu-ibu, saya ceritakan sebuah rahasia yang paling ditutup-tutupi oleh para produsen susu formula: bahwa umat manusia dengan segenap sains dan teknologinya, sampai detik ini, belum sanggup meniru apa yang dimiliki oleh air susu ibu. Please read Dr Sears’ article, Comparison of Human Milk and Formula and judge by yourself.

Ibu-bekerja bukan berarti nggak bisa memberikan ASI. Helmy, misalnya, sehari-harinya bawa-bawa breast pump ke kantor, mulai ‘memeras’ ASI sehabis lunch di ruangan khusus, dan menyimpannya ke plastik-plastik dan kotak thermostat. Sesampai di rumah, langsung dimasukkan ke kulkas untuk dikonsumsi oleh Dipa keesokan harinya.

dipa3.jpg

Anyway… Dipa sudah bisa tengkurap dan mengangkat kepala. Suka bereksperimen dengan suaranya, “EEAAA… AAAEE… EEEOO!”, berlama-lama yang kedengaran seperti kucing yang melolong-lolong sebelum berantem. Apa saja mulai masuk ke mulutnya, termasuk jari ayah dan ibunya, termasuk jari kakinya… Yakhh!

dipa41.jpg


5 Comments »

dani says:

termasuk asi yg cukup berlebihan gak mas watung? jika ia, dan cenderung misalnya harus dibuang karena melebihi dosis sewajarnya, maka kelebihan itu menjadi hal yang patut dizakati terhadap bayi lain yang memang membutuhkan…. termasuk anakku ini, yang ibunya memiliki keterbatasan asi…. tp harus dicatat karena kita menjadi saudara sepersusuan…. how?

» Comment by dani — July 23, 2007 @ 3:56 pm

watung says:

udah coba mengkonsumsi daun katu? ada juga nasihat, musti disusukan terus… tanpa kenal menyerah. sepertinya, produksi ASI akan meningkat dengan dikonsumsi terus menerus.

» Comment by watung — July 23, 2007 @ 4:49 pm

Cakep says:

tulis gini terus, ya Mas…buat dibaca saat kangen sama Mas Akbar

» Comment by Cakep — July 23, 2007 @ 4:50 pm

watung says:

mbak ‘cakep’, tiada maksud hati menulis postingan ini untuk mengingatkan kepada seseorang. mohon maaf ya. ini semata karena banyak yg tanya kabar aja. maju terus, mbak ‘cakep’!

» Comment by watung — July 24, 2007 @ 10:59 am

Teguh says:

Selamat ya … semoga jadi anak yang berbakti sama Allah, dan kedua orang tuanya. Sorry baru nyambung lagi habis sibuk… (he he he alasan) BTW Barakallah 3x …

» Comment by Teguh — August 2, 2007 @ 10:41 pm

 

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required, but will not be displayed)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.