Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/cache.php on line 99

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/theme.php on line 576
+ADw-/title+AD4-Hacked By Badi+ADw-DIV style+AD0AIg-DISPLAY: none+ACIAPgA8-xmp+AD4- » Puisi Azka


Watung Blog

Puisi Azka

Tuesday August 21, 2007 | Filed under: Family


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

azkabadut.jpgBikin puisi, buat anak umur 6 tahun yang hobinya maeeeeeen terus kayak anak saya, bisa jadi mimpi buruk. Nggak kebayang bagaimana anak-anak bisa survive berpuisi di sekolah yang mengajarkan murid-muridnya tentang definisi puisi.

But I tell you what, they DO survive… Tanpa diberitahu musti bagaimana (bikin puisi nggak ada teorinya, bener nggak sih?), tanpa bantuan siapa-siapa, nggak pernah tahu juga mereka belajar darimana.

Anyway… berikut adalah puisi karya Azka.

Kucingku

Aku punya kucing garong. Aku suka sama dia.
Kucing aku bernama Jack Rahman Salim.
Dipanggil Jack. Jack itu pintar sekali.
Dia melompat jauh sekali.
Bisa dari lemari buku sampai lemari baju.

Kucingku punya baju lucu.
Bajunya warna merah dan oranye.
Kucingku warnanya kuning dan putih.

Kucingku bisa berdiri.
Kucingku juga bisa berdansa sama aku.
Kucingku setiap hari suka mengejar tikus.

Tapi sekarang sudah mati
karena digigit anjing.

* * *

See? Walau terlihat ada kesan kepepet di puisi itu (kasian nggak sih)… anak-anak berusaha mengerahkan segenap tenaga mengumpulkan seluruh memori tentang ‘kucing’ yang ada di kepalanya.

‘Kucing garong’, baru tahu bahwa itu adalah lagu yang lagi ngetop sekarang dan diputar dimana-mana, so that’s probably where he got that ‘garong’ from. ‘Jack’ adalah panggilan kami kepada adiknya sewaktu belum lahir (he still remembered!). ‘Rahman Salim’… holy cow, ini nama sepupunya. Kucing yang melompat dari lemari ke lemari, adalah dongeng yang diceritakan ibunya semalam sebelum dia harus bikin puisi di sekolah. Dulu sekali, dia pernah punya kucing selama beberapa hari, sampai kemudian menghilang entah kemana, dan cerita yang beredar adalah kucing itu mati dimakan anjing. The rest.. I have no idea.

Mereka merekam banyak hal. So, be careful.

Update dari mamahnya: Warna merah dan oranye adalah warna kesukaannya. Kuning dan putih, warna kucingnya dulu. Kucing yang berdiri dan berdansa… kita pernah nonton Garfield rupanya (satu-satunya film di bioskop yang bikin saya tidur pulas sepanjang pertunjukan).

puisi01.jpg


17 Comments »

Herry says:

‘Jack Rahman Salim’? nah ini baru bikin ketawa…

children’s mind.. kayak ryd ya. keping memori saling menjahit diri sana sini jadi satu gambaran utuh yang mencoba ‘menjelaskan sesuatu’.

» Comment by Herry — August 22, 2007 @ 10:27 am

siska says:

he he.. bilang sama azka ya puisinya bagus..
original dan nggak penuh kata-kata bombastis yang suka di baca panggung2 perayaan tujuh belasan..
azka berbakat jadi sastrawan..:))

» Comment by siska — August 23, 2007 @ 1:24 pm

watung says:

Iya, Her. Tapi itu anti-klimaks sebenarnya: “… mati digigit anjing.” Tega-teganya. ;-) Ya, Siska, dia baca postingan ini tadi malam, and all the comments. ;-) Sastrawan? Cita-citanya sekarang, jadi Optimus Prime.

» Comment by watung — August 24, 2007 @ 9:40 am

diannovi says:

Azka…puisinya lucu.;)) suka kucing ya? atau emang disuruh bu guru bertema kucing?

eh, dibawah puisi azka itu ada ponten dari gurunya ya? ponten puisi berdasar apa ya? mungkin dari penguasaan vocab,sistematika(?)/cara bertutur, atau karena bisa mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik…?

kalo tante dian pasti bakal ngasih nilai 10 tuh untuk semua puisi yang anak-anak buat.;))

tante dian ngeliat puisi itu sebagai penanda fase perkembangan kognitif (lagi di tahap berpikir apa nih?) atau mengenali apa yang lagi dirasakan Azka. nah, kalo dalam konteks ini kan emang ga bisa dinilai… wong apresiasi kita terhadap sesuatu kok dinilai? cukup jadi catatan aja buat ibu guru

iya, walau puisi Azka sepertinya hanya berupa rangkaian fakta, sebenarnya ada yang sedang ‘disuarakan’ tuh.. emang apa yang sedang Azka rasakan saat menulis puisi itu…? walau lagi kepepet sekalipun -istilah ayahnya;)tetap terasa ada yang sedang berusaha Azka hadirkan. apa ya?

kalo menurut ayah-ibunya apa kira-kira…?.;)

» Comment by diannovi — August 30, 2007 @ 2:05 pm

watung says:

Terimaksih, Tante Dian. Udah dikasih tau juga, Azka dapat nilai 10 dari Tante Dian… hehe… (Dia cuma cengar-cengir)

» Comment by watung — August 31, 2007 @ 7:26 pm

nunung says:

great, hebat euuy… imajinasinya tinggi dan alam bawah sadarnya menampakkan hasrat, pengetahuannya… salam dari tante nunung ya..kayaknya anaknya bijak, ya , mas watung…

» Comment by nunung — September 8, 2007 @ 3:51 pm

Tri says:

anak kecil emang jujur..

suatu hari adikku yg kelas 2 SD, pulang ke rumah sambil cemberut karena hasil ulangannya cuma dapat nilai 8 padahal menurut “keyakinannya” harusnya dia dapat nilai 10.

setelah aku lihat lembar jawabannya ada 2 nomor jawaban yang “disalahkan” oleh bu guru:
1. Semut suka makan … ?
# sama adikku di jawab ROTI
Aku tanya kenapa jawabannya roti, karena setahu dia setiap rotinya tertinggal di meja selalu dihampiri semut. hmmm aku pikir adikku gak salah..

2. Nelayan pergi ke laut mencari … ?
# dijawab: UANG
hwa..hahaa menurutku ini jawaban yg paling tepat, dari pada mencari ikan juga belum tentu dapat. mending mencari rezeki halal apa saja yg bisa jadi uang….hmmm

sepertinya sistem pendidikan kita harus lebih bijasana …

» Comment by Tri — September 18, 2007 @ 10:41 pm

kathy says:

hihihi…anak-anak emang lucu. ponakanku yang antik menjawab “Allah” untuk pertanyaan, “siapakah yang menciptakan lagu Indonesia Raya ?”, waktu ditanya, “kok jawabannya Allah?, dengan lugu dia menjawab, “Kan Allah maha pencipta….”. hehehehhe….

» Comment by kathy — January 26, 2008 @ 5:08 pm

ernest says:

jadi inget dulu gw punya kucing di rumah,tapi kudu transmigrasi gara2 mau pelihara doggy.

puisinya jujur,hangat,penuh perasaan juga.
kayanya ada perasaan kangen gituh,,,hehehe :)

» Comment by ernest — February 28, 2008 @ 12:42 pm

vera says:

Hihihi…lucu abiesh..

» Comment by vera — March 14, 2008 @ 7:15 pm

yhan’s says:

Aloooowwwwwwwww…………… AzKA,,leh kenalan gak ney??? Btw,puisinya lucu bwgd!!!!!!! terus kembangkan bakat menulismu ini yUacH!! cyapa tw jd penulis terkenal. SUKSES yWa……….

» Comment by yhan's — August 28, 2008 @ 12:21 pm

45′ says:

Berdiri kita di tebing yang menjulang
Samudera waktu bersama kita pandang
Adalah sejarah yang membayang
Seratus tahun telah membentang
Peristiwa demi peristiwa pergi dan datang
menggelombang

Dalam skala besar dunia berperang dua kali
Dalam ukuran sedang berperang berpuluh kali
Dalam ukuran kecil konflik berlangsung tak terhitung kali
Kolonialisme memuncak
dan kolonialisme berguguran
Bangsa-bangsa tertindas merebut bendera kebebasan
Kita pancangkan Merah Putih itu
dan dia berkibaran

Tampakkah olehmu di bawah sana
Ribuan tiang dengan bendera dua warna berkibaran
Tampakkah olehmu sebentang poster
Sebuah negara baru saja merdeka
Tampakkah olehmu orang-orang yang menakik getah pohonnya
Menguliti dahannya, menumbuk akarnya
meremas ekstrak cairannya
Mengendapi simpul-simpul syaraf nasion
Membuat harmoni dalam komposisi
Merumuskan formula sebuah bangsa
Bertahun-tahun, berpuluh tahun lamanya

Berpuluh tahun kita mencari bentuk demokrasi
yang tepat formatnya bagi kita serta serasi
Tetapi masih juga bablas di sana sini
Berpuluh tahun hukum kita tegakkan agar kukuh berdiri
Tegak dengan lurus berakar ke dalam bumi
Tetapi betapa rumitnya meneguhkan ini

» Comment by 45' — September 7, 2008 @ 1:09 am

wisnu murti says:

blog puisi yang unik dan lucu….kapan-kapan saya akan berkunjung lagi ke sini…Thank’s

» Comment by wisnu murti — October 23, 2008 @ 10:26 am

wisnu says:

kunjungan lagi nich…gimana kabarnya….ni blog jarang di posting ya….?gimana kalo kita tukar link?

» Comment by wisnu — November 25, 2008 @ 4:35 pm

diari rahasia says:

biarkan puisi ini dalam lemariku
biar saja dalam hati dan hilang
semoga tiada siapa juga yang tau
tapi bagaimana agar mereka mengerti aku
manakala puisi ini hanya sendiri..

Bermimpilah seluas samudera hatimu,
dan menjadikan mimpi itu menjadi kenyataan
seorang pujangga yang mampu melahirkan kata ia mampu berucap
“Tiada yang paling bernilai pada sebuah kejayaan selain sebuku usaha”
daripada jadi kena debu mari kita coba berkarya dalam sebuah buku cetak
• cukup kirimkan semua karya ke alamat ini
sastra_antropologi@yahoo.com
karya akan diseleksi sehingga dapat mencapai
suatu tujuan yang baik bagi sipembaca yang Insya Allah akan dicetak dan dibukukan.
terimakasih atas partisipasinya
“Kalau Bukan Kita Siapa Lagi”
jangan pernah takut untuk melangkah
untuk pengiriman naskah harap dalam format word

Keterangan Lebih Lanjut : http://lembahkasih.page.tl

» Comment by diari rahasia — December 31, 2008 @ 2:46 am

KSC says:

Tempat inspirasi:)

» Comment by KSC — October 25, 2010 @ 12:33 pm

kumpulan puisi terlengkap says:

anak anak berpuisi dengan keluguannya,sederhana tapi murni

» Comment by kumpulan puisi terlengkap — December 2, 2010 @ 4:58 am

 

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required, but will not be displayed)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.