Watung Blog

Siapa Socrates sebenarnya?

Thursday August 23, 2007 | Filed under: Spirituality

socrates_teaching.jpgIngatan kita dulu adalah tentang seorang tua gempal di Yunani sana yang hidupnya hanya beredar di pasar-pasar bak gelandangan, menggetok pikiran dan mendebat anak-anak muda tentang sesuatu yang… entah soal apa sebenarnya. Yang lalu diadili dan mati diteguk racun oleh penguasa.

Gadfly of Athena, julukannya, Lalat Pengganggu Athena. Dan beliau ini memang bak lalat: hinggap, menggelitik, lalu terbang… hampir tanpa jejak. Maka sampai kini pun, tak pernah orang menemukan bahkan sebaris pun tulisan-tulisan Socrates. Kisahnya yang ajaib, tentu, masih dapat kita simak lewat karya-karya Plato yang banyak merekam gurunya yang aneh ini.

Aneh, karena yah… ngapain ya ngider di jalan-jalan seperti itu? Cuma untuk berdiskusi dan menanyai orang-orang? He is a prominent philosopher, a smart guy! Dan apa yang dituju sebenarnya, diskusi apa, tentang apa — sebegitu hebohnya sampai musti disidang di depan 500 juri di pengadilan Athena?

Nah, kita bisa membaca Apologia (download ebook) karya Plato. Apologia adalah rekaman dari sesi pembelaan Socrates di pengadilan sebelum ia dihukum mati. Agak panjang, tapi saya coba cuplikkan yang menariknya (juga mengejutkan!) So please sit down and relax…

socrates_death.jpg

Socrates diadili karena tiga dakwaan: meracuni pikiran kaum muda, tidak mempercayai dewa-dewa, dan membuat agama baru. Kita tahu Yunani, negeri di mana Socrates hidup, adalah negeri para dewa; Zeus, Hera, Apollo, Poseidon… dan sebagainya itu. Memang dalam terjemahan Apologia ini, si penerjemah Benjamin Jowett menggunakan kata “gods” ketika merujuk pada apa yang dipercayai warga Athena. Tapi ketika itu berkaitan dengan ketuhanan pribadi Socrates sendiri, kata “God” (tanpa “s”, dan “G” huruf besar) lah yang dipakai.

Menarik. Socrates kita kenal sebagai filsuf — tapi membaca Apologia ini, kita akan bertemu dengan sosok yang sangat, sangat, sangat relijius! No, I’m serious… Orang ini bukan tipe yang sekedar icip-icip keagamaan bak orang jaman sekarang yang mengutip ayat ini dan itu… No. He has a whole life and conduct that seems to be COMPLETELY driven by what he believes in!

Saya cuplikkan sedikit ucapannya:

Aku harus mengulang kata-kataku ini kepada siapapun yang kutemui, baik tua ataupun muda, warga di sini atau orang asing, tapi terutama kepada para warga karena merekalah saudara-saudara terdekatku. Bahwa ini adalah perintah Tuhan, dan aku yakin tak ada kebaikan yang lebih baik pada negeri ini selain pengabdianku kepada Tuhan. Yang kulakukan hanyalah mengajak kalian semua, para pemuda dan orang tua, untuk tak hanya memikirkan orang-orangmu atau harta milikmu, namun yang pertama dan paling utama: perhatikanlah nasib jiwamu! Kukatakan kepadamu bahwa kebajikan bukanlah dengan menerima uang dan harta, tapi bahwa dari kebajikan itulah — harta dan segala hal yang baik dari diri manusia akan muncul, baik di sisi publik maupun individu. Inilah yang aku ajarkan.

Perintah Tuhan… hmm… Dan ketika menjelaskan tentang siapa dirinya, alasan tindakannya,

Warga Athena… bila kalian membunuhku, kalian tak kan mudah menemukan pengganggu sepertiku yang Tuhan telah anugerahkan kepada negeri ini. Negeri ini bak kuda ningrat yang besar, yang berjalan demikian lamban lantaran ukuran tubuhnya. Ia mustilah diusik agar hidup kembali. Dan akulah pengganggu itu yang Tuhan telah tempatkan di negeri ini. Dan di sepanjang waktu, di mana-mana, aku akan selalu mendekatimu, membangunkanmu, membujuk dan mengusikmu.

Juga di bawah ini, satu argumentasi yang cerdas:

Ketika kukatakan bahwa aku dianugrahkan Tuhan kepadamu, bukti dari misi dan tugasku adalah sebagai berikut: — jika aku seperti kebanyakan orang, aku pastilah tak akan menolak kepentinganku sendiri… demi kepentinganmu, aku datang kepadamu sebagai bapak atau saudara tua, mengajakmu kepada kebajikan yang mulia. Jika aku memperoleh sesuatu dari situ, atau jika aku dibayar karena ajakanku ini, tentu hal itu akan menjadi alasan yang masuk akal atas tindakanku ini. Namun, seperti yang kalian lihat, tak satu pun penuntutku mampu menunjukkan bahwa aku mengutip bayaran apapun, mereka tak punya bukti. Dan aku memiliki bukti yang cukup atas kebenaran dari apa yang kukatakan — yakni: kemiskinanku.

Do you remember Surah Yasiin:21? “Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk…” Ada kesan yang cukup lugas, bahwa Socrates melakukan itu semua bukan atas kemauannya sendiri. Ia seperti… diperintah.

socrates_students01.jpg

Dan yang berikut ini, barangkali yang paling tidak mudah dijelaskan…

Orang barangkali bertanya-tanya mengapa aku diam-diam sibuk mengurusi orang lain tapi tak pernah maju ke depan publik dan memberi nasihat kepada negara. Akan kuceritakan kenapa. Kalian telah sering mendengar di banyak tempat tentang sosok atau tanda yang senantiasa datang kepadaku, tanda ilahiah yang Melitus (jaksa penuntut — Red) telah mencemoohnya dalam tuduhannya. Tanda ini, yang berwujud seperti suara-suara, pertama kali menghampiriku ketika aku masih kanak-kanak. Suara-suara ini melarangku berbuat sesuatu, namun tak pernah menyuruhku untuk melakukan hal-hal. Inilah yang menahanku dari menjadi seorang politikus.

Socrates memilih mati, walau rekan-rekannya memaksanya untuk menyetujui tawaran keluar dari Athena. Di akhir pembelaannya, dia berucap: “The hour of departure has arrived, and we go our ways — I to die, and you to live. Which is better, only God knows.

Socrates melahirkan murid yang cerdas seperti Plato. Plato melahirkan Aristoteles. Dan Aristoteles, kita tahu, adalah guru dari Iskandar Zulqarnain. Yang terakhir ini, seorang suci yang bisa kita baca kisahnya di Al-Quran.

So what do you think? Siapa sebenarnya Socrates? Lamat-lamat kita ingat, “Dan sungguh Kami telah mengutus utusan pada tiap-tiap umat…” (QS 16:36). Ada sekian banyak utusan, kisah 25 di antaranya direkam di dalam Al-Quran. Selebihnya? Barangkali tak kita kenal sama sekali. Atau bahkan tersembunyi di antara tumpukan buku… entah yang pada jaman kini dikenal sebagai jenderal perang, matematikawan, sastrawan… atau filsuf?

Hanya Allah yang tahu. Salaam.

Credits: Gambar pertama, dicuri dari internet. ;-) Kedua adalah lukisan karya Jacques-Louis David, seorang pelukis Prancis, “The Death of Socrates“. Terakhir adalah ilustrasi tentang Socrates (Sughrat) di sebuah manuskrip kuno Mukhtar Al-Hikam.


22 Comments »

Herry says:

Heresy! Burn! stone! hehehe… Burn baby, burn.. ;)

Nice one, mas.

» Comment by Herry — August 23, 2007 @ 10:48 pm

watung says:

Makasih, Her.
Guys, if you like spirituality posts here in my blog, you’re gonna love Herry’s writings at suluk.blogsome.com.

» Comment by watung — August 24, 2007 @ 4:01 pm

trangbendrang says:

mohon pencerahan Mas, Iskandar Zulkarnaen itu Alexander the Great dari Macedonia kah? kalo bener, dimana suci nya dia ya? ada sumber bilang dia gay, sumber lainnya bilang nafsunya meluaskan daerah jajahan. Maaf atas keterbatasan saya, di Qur’an surah & ayat mana yg mengutip kisahnya? terimakasih.

» Comment by trangbendrang — September 3, 2007 @ 2:27 pm

watung says:

mas trang, tentang apakah Iskandar Zulkarnain = Alexander The Great atau bukan, kita bisa ikutin perdebatannya di artikel ini. saya pribadi, cenderung mengiyakan (jangan tanya kenapa ya..).

iya, saya juga denger filmnya oliver stone menggambarkan bahwa beliau itu gay dsb… dsb… tapi versi Quran? kita bisa baca kisahnya di Surah Al-Khafi 18:83-98.

» Comment by watung — September 3, 2007 @ 3:11 pm

Zaenal says:

Versi Indonesia dari Apologia ini pernah diterjemahkan oleh Muhammad Hatta. Saya lupa, apakah penerbitnya Balai Pustaka atau Depdikbud (Departemen Pendidikan zaman baheula).

Anyway, waktu kelas 5 SD saya diberi hadiah buku ini oleh Ayah saya. Dan karena enggak ngerti-ngerti, harus membacanya berulang-ulang bahkan sampai SMA.

» Comment by Zaenal — November 13, 2007 @ 10:26 pm

abu suci says:

Kalo yang saya baca Apologia versi Indonesia-nya Fuad Hassan. Saya malah baru tahu ada terjemahan Muhammad Hatta. Di yang Fuad Hassan, seingat saya malah menggunakan term “roh kudus” yang berkata-kata, menyuruh dan melarang sesuatu pada SOCRATES.

» Comment by abu suci — December 5, 2007 @ 3:09 pm

saha ieu says:

would anybody here rent that Apologia to me one day?

» Comment by saha ieu — May 4, 2008 @ 10:22 pm

bahtiar says:

Socrates telah mengorbankan tubuhnya untuk bangsanya dan mengabadikan jiwanya untuk manusia…

» Comment by bahtiar — May 13, 2008 @ 10:19 am

aquadee says:

socrates is like a goddess for me..so genius and so amaze..one in the milion to change the world..
i’m so adore to him..

» Comment by aquadee — June 21, 2008 @ 11:05 am

ubaidi says:

Kalo ada yang menganggap iskandar zulkarnain gay itu pasti karena pengaruh film amerika. yang saya tahu film-film amerika itu sebagian besar berisi propaganda amerika yang kebanyakan tidak benar dan hanya untuk kepentingan pembuatnya. Jadi yang pasti benar adalah dalam Qur’an dimana disebutkan bahwa zulkarnain memiliki kekuasaan (tanduk) yang besar. Orang itu kalo sampai disebut dalam Al Qur’an itu karena dia istimewa, entah kebaikannya atau keburukannya.

» Comment by ubaidi — June 26, 2008 @ 1:21 pm

Irwan says:

Bagus nih, pak. Boleh dapat keterangan lebih banyak dan lebih jauh tentang ini? Makasih.

» Comment by Irwan — July 1, 2008 @ 9:44 pm

oliver says:

mungkin w gak seumuran sama kalian- kalian. tapi w juga ngfan banget ko ama socrates. tapi kalo plato kurang, soalnya dia pake alamat nyasar. gitu aja deh, wasssss.

» Comment by oliver — July 2, 2008 @ 9:48 am

greek-philia says:

Apologia dan Phaidon adalah dua buku Plato as yang paling menggetarkan saya, karena merekam detik-detik terakhir kehidupan Socrates as. Ada satu pelajaran besar dari kematian Socrates as yang sering orang hari ini lupakan: dia as yang tidak mengagungkan demokrasi (menempatkannya di peringkat ketiga setelah filsuf raja dan aristokrasi) seperti kebanyakan orang hari ini, ternyata dibunuh oleh demokrasi. Lihatlah, bagaimana demokrasi yang diagung-agungkan saat ini ternyata telah dengan bodohnya membunuh seorang pembawa tugas Tuhan untuk membawa pencerahan bagi hidup manusia yang berimbas hingga hari ini. Salam.

» Comment by greek-philia — July 5, 2008 @ 7:03 am

085842152529 says:

saya masih penasaran apakah socrates adlh seorng muslim p bkn,dia telah mjd guru dari guru seorang iskandar zulkarnaen,tentu si Alex ini adlah seorang yang istimewa karena kisah nya diangkat dlm Al qur’an

» Comment by 085842152529 — November 10, 2008 @ 2:45 pm

citra says:

thanks for ur artikel

» Comment by citra — March 8, 2009 @ 10:33 pm

ninna says:

socrates itu capa cih?
plato itu capa cih?
iskandar zulkarnain itu capa cih?

» Comment by ninna — March 12, 2009 @ 5:24 pm

tikno says:

wow… it’s really nice article mas Watung… thank a lot ya…

» Comment by tikno — March 24, 2009 @ 1:55 am

iia says:

Very Inspirated !!!

jadi pengen cari tahu siapa itu socrates….

KEREN

» Comment by iia — December 9, 2009 @ 6:16 am

Rival Efendi says:

terima kasih kepada penulis kisah ini…satu asumsi bahwa hari ini saya sadar bahwa demokrasi yang selalu kita angungkan ternyata masih butuh proses pendewasaan sesuai yang di alami oleh socrates….

» Comment by Rival Efendi — December 31, 2009 @ 7:25 pm

Mahligai Kebahagiaan says:

Salam kepada para pecinta ilmu.
Permisi, saya ingin urun rembuk. Pada tanggal 20-28 Maret 2010, saya berkunjung ke Pesta Buku Antarbangsa Kuala Lumpur (PBAKL 2010, dan saya beli buku bagus bertajuk “ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN” http://universitipts.com/index.php/P30/, terbitan PTS Islamika, Malaysia, dan Insya Allah akan di terbitkan di Indonesia oleh Penerbit Al Hikmah Mizan. Dalam buku itu dibahas secara ilmiah bahwa Socrates itu sebenarnya disebut dalam Al Qur’an sebagai Luqmanul Hakim (Luqman yang bijaksana). Socrates memiliki murid bernama Plato, dan Plato itu punya murid bernama Aristotles. Aristotles ini punya murid bernama Alexander the Great (356-323 SM). Alexander inilah yang disebut di dalam Al Qur’an sebagai Zulqarnain (Raja pemilik dua tanduk). Dalam buku itu dijelaskan semua tuduhan tidak berdasar yang sering menuduh Alexander sebagai orang kafir, sbg gay. Buku itu membersihkan jati diri Alexander, bahwa dia memang pemuda yang beriman kepada Allah SWT. Pembabas barat (Iskandaria, Mesir) dan Timur (Kandahar, Afganistan), yang membina Tembok Besi di Asia Tengah.
Buku itu menjelaskan bahwa Alexander the Great adalah tunas yang tumbuh dari benih-benih pemikiran cemerlang yang telah ditabur oleh Socrates (Luqmanul Hakim), Plato, Aristotls. Untuk lebih jelasnya, bacalah buku itu.

» Comment by Mahligai Kebahagiaan — April 1, 2010 @ 8:36 am

empe says:

wow.. cool… saya pengagum socrates :D

masih teringat tentang gua plato..

» Comment by empe — July 31, 2010 @ 12:19 am

yayuk says:

thank you so much buat artikel tentang socrates. 6 tahun yg lalu saya dan suami memberi nama anak kami “justin socrates muhammad akbar” meski awalnya keberatan tp saya kemudian menyetujuinya. selama ini saya terus bertanya2 siapakah sebenarnya socrates? muslimkah dia? jawaban suami tdk cukup memuaskan saya. alhamdulillah melalui artikel ini kebingungan saya terjawab. terima kasih banyak. betapa pentingnya informasi ini utk saya.

» Comment by yayuk — August 20, 2010 @ 1:29 pm

 

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required, but will not be displayed)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.