Watung Blog

Gender (2): Words of a Sufi Master

Saturday September 8, 2007 | Filed under: Spirituality

sun-moon02.jpgoleh Bawa Muhaiyaddeen

Tanya: Orang banyak mendebatkan tentang laki-laki dan perempuan, apa sebenarnya perbedaan pokok antara keduanya?

Bawa Muhaiyaddeen: Keduanya dibentuk dari lima elemen yang sama. Konsep laki-laki dan perempuan adalah konsep tentang tubuh, jasad. Sang Seniman yang mencipta laki-laki dan perempuan memang ‘mendekorasinya’ dengan cara berbeda. Tubuh adalah sebuah cangkang, rumah bagi masing-masing untuk ditempati. Namun engkau terlena oleh dekorasinya.

Jika engkau perhatikan baik-baik, perempuan bersifat lemah lembut. Pada ‘dekorasi’ ini terdapat keindahan bak emas berlian, kecantikan yang menarik. Energi di wajah dan tubuh-tubuh mereka seperti magnet. Laki-laki juga memiliki energi yang sama, tapi energi itu terletak di dalam. Walau laki-laki tak punya kelemahlembutan-luar seperti perempuan, mereka memiliki energi magnetik-dalam yang tertarik dan terhubung dengan magnetik-luar di wajah dan wujud seorang perempuan.

Dunia membincangkan laki-laki dan perempuan, tapi jika engkau merenungkannya dengan bijaksana, engkau akan paham bahwa laki-laki dan perempuan adalah seperti dua nafas, seperti matahari dan bulan. Kedua nafas itu adalah panas matahari, yakni laki-laki, dan sejuknya rembulan, perempuan.

sun-moon01.jpg

Di langit lepas, rembulan tampak lebih rendah dan matahari terletak lebih tinggi. Rembulan mengambil cahaya mentari dan melepaskannya sebagai sinar kuning yang sejuk di malam hari.

Namun cahaya yang asali haruslah dimengerti benar. Kekuatan ini, yang bukan laki-laki atau perempuan, adalah cahaya, dan titik itulah yang musti diraih baik oleh laki-laki maupun perempuan. Engkau akan mampu memahaminya melalui permisalan matahari dan bulan di langit, melalui permisalan laki-laki dan perempuan di bumi.

Pemahamanmu akan mengerucut dalam dua kata: la ilaha, tak ada sesuatu pun selain Engkau — yakni nafas keluar, di sisi kiri; illallahu, Engkaulah Allah — yakni nafas masuk, di sisi kanan. Kedua nafas ini bertemu pada Allah.

Dengan cara yang sama, jiwa yang muncul dari Tuhan haruslah kembali ke asalnya. Engkau musti kembali kepada-Nya dengan wujud yang sama dengan wujud ketika engkau datang dari-Nya. Hanya dalam keadaan demikian, Tuhan akan menerimamu.

Kelima bagian yakni tanah, api, air, udara dan eter tak kan sanggup mencapai-Nya; mereka adalah milik dunia. Jangan terikat dan tertipu oleh mereka, menganggap mereka laki-laki dan perempuan. Tepis mereka dan ucapkan la ilaha di sebelah kiri, dan illallahu di sebelah kanan. Tak ada apapun kecuali Tuhan. Jika tak ada selain Itu, maka tak akan ada laki-laki dan perempuan. Bila tak ada laki-laki dan perempuan, maka yang ada hanyalah cahaya. Ini ajaran ilahiah. Ini gnanam.

Jika Tuhan sebagai kekuatan dan engkau menjadi cahaya, maka kekuatan itu adalah laki-laki dan engkau adalah perempuan. Raihlah kekuatan itu. Segala apa yang engkau lihat dan ingini akan berubah. Segala yang engkau lihat dalam wujud atau tanpa wujud akan berubah. Kekuatan yang tak berganti adalah laki-laki satu-satunya. Tuhan-lah kekuatan itu, dan engkau sinarnya. Bila laki-laki dan perempuan ini bersatu, jadilah ia gnanam, kerlingan cahaya dan keutuhan, Nur dan Allah, insan kamil dan kebijaksanaan.

Baik sifat laki-laki maupun perempuan hadir di dalam tubuh ini. Sifat laki-laki adalah sombong, kuat, egois, dan fanatik. Sementara kerendah-hatian, penghormatan, pengabdian kepada Tuhan, keindahan, dan kasih sayang adalah sifat-sifat perempuan. Sifat kesombongan laki-laki cenderung ingin menundukkan dan mengungguli sifat keindahan perempuan.

Jika seorang laki-laki menundukkan sifat-sifat keegoannya, jika ia menghargai sifat-sifat keperempuanan dan berperilaku seperti seorang perempuan terhadap Tuhan-nya, ia akan mampu membangun sebuah keterhubungan dengan Tuhan.

Jika laki-laki memiliki sifat-sifat perempuan, keselamatan dan ketenangan perempuan, maka seperti halnya kecantikan perempuan, keindahan Tuhan pun akan menyelimutinya. Sifat laki-laki adalah sifat-sifat seekor singa jantan, sifat binatang buas. Bila sang singa jantan menjadi sosok yang indah dan lembut, maka tak kan ada lagi laki-laki dan perempuan. Ia akan memperoleh keindahan sifat-sifat Tuhan. Sifat-sifat itu akan mencintai Tuhan-nya, meraih cahaya-Nya, terhiasi oleh keindahan-Nya.

* * *

Credits: Diterjemahkan dari The Golden Words of a Sufi Sheikh karya Bawa Muhaiyaddeen. Dua ilustrasi matahari-bulan, dicuri langsung dari Internet.


7 Comments »

siska says:

sifat keperempuanan saat bersanding dengan Tuhan.. menarik, pembicaraan Bawa melampaui hal2 yang fisik, dan mencapai suatu substansi. Dan yang Bawa bicarakan sangat mencerahkan. Pemahaman atas kualitas dan esensi diri itu akan menentukan sejauh mana seseorang menghargai kadar keperempuanan dan kelaki-lakian di dalam dirinya. nah pertanyaannya, dalam penerangan bawa ini, sepertinya dibuka luas suatu diskusi yang lebih lanjut ttg kualitas kelaki-lakian yang dominan dalam tubuh perempuan dan sebaliknya. Berarti hal ini cukup dimungkinkan dong ?

» Comment by siska — September 17, 2007 @ 11:13 am

watung says:

We call it SUV. BMW X5, sedan yg dibuat supaya bisa menang di medan Paris Dakar, dan Grand Cherokee… jeep yg bisa ngebut senyaman sedan. 2% dari pasar mobil di dunia. ;-)

» Comment by watung — September 18, 2007 @ 10:01 pm

siska says:

iya kalo mobil, pastinya meningkatkan kualitas produk. Tapi kalau manusia..to some extend bisa meningkatkan kapasitas, tapi lebih lanjut lagi ada orang-orang yang selalu merasa salah tempat dan akhirnya meringkuk di pojok-pojok peradaban. Tokoh seperti ibu Dorce, dan ceu Han, mereka punya cara untuk menerima itu dan mengolahnya jadi positive. Tapi bagaimana dengan yang ada di perempatan jalan, keluar tiap malam, siang narto dan malam narti? atau sebaliknya. Teman perempuan yang merasa berjiwa laki2.. Penjelasan Bawa yang serba kualitatif amat meluaskan tapi sekaligus dragged me to most debated subject in the centuries… :))

» Comment by siska — September 19, 2007 @ 6:04 pm

siska says:

ups sorry, nambah tadi ketinggalan some people may say: quality of soul in this context is strictly different with sexual tendency? i think it is narrow to see problems of opposite nature in psychological tendencies with mere sexual inclinations.

» Comment by siska — September 19, 2007 @ 6:14 pm

watung says:

Hold on. Body capacity is one story, you know, like Margareth Thatcher, Indira Gandhi, or Cut Nya Dien, Megawati… Soul is another story. Can you see the differences among souls? And sexual orientation, well it is just another story. Kita bahas entar lah soal yg terakhir ini.

» Comment by watung — September 19, 2007 @ 10:45 pm

siska says:

im thinking out loud about this.. i think there IS differences between soul and psychological nature. Human psychology is influenced by environment or gen..anyway, it has the influenced of “jasad”, “body” (alam mulk) and The soul.. is completely different dimension. i think i have answered my own question, he he..thanks for triggering the questions and the answer as well..

» Comment by siska — September 20, 2007 @ 9:45 am

wido says:

hi… i love the world and other world… im a woman love jeep and proud of it. and still a woman.

» Comment by wido — February 12, 2008 @ 8:27 am

 

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required, but will not be displayed)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.