Watung Blog

Guru Sejati

Sunday May 11, 2008 | Filed under: Spirituality
7 Comments

guru_sejati_cover_blog.jpgGuru Sejati dan Muridnya
Karya: Bawa Muhaiyaddeen
Alih bahasa: Herry Mardian

Sejengkal seorang hamba dekati Tuhannya, sehasta Tuhan akan datangi. Selangkah ia datangi, seribu langkah Ia akan berlari menjemput.

Sebuah hadits yang sungguh menentramkan. Dia Maha Baik. Tapi begitulah agaknya bila seorang hamba… kembali. Bila kita datang dan mengetuk, pasti Ia membukakan pintu. Bahkan sekerling lirikan, sejumput doa yang tulus, tak akan disia-siakan. Ia menarik, memikat, dengan segala cara. Dibuat-Nya kita betah berkumpul di sebuah pengajian, atau membaca berlama-lama tentang kebaikan, atau senang berderma diam-diam. Jika kita miskin, Ia akan cukupkan. Jika kita terlampau kaya, Ia pun akan cukupkan.

Dan karena perjalanan ini adalah sebuah perjalanan kembali, perjalanan melintasi belantara ujian dan gurun ilusi — bukan sembarang perjalanan — Ia akan menghadirkan seorang pembimbing, seorang guru. Bukan pula sembarang guru: guru yang sesungguhnya, guru sejati.

Buku ini adalah sebuah rekaman pengajaran seorang guru Sufi, Bawa Muhaiyaddeen, tentang Guru Sejati, tentang perjalanan kembali, tentang bagaimana berinteraksi dengan Sang Guru selama perjalanan.

Yang menarik dari buku ini adalah juga yang membedakannya dengan kebanyakan buku-buku sufi yang ditulis di era dahulu. Bawa berkisah dengan konteks abad ini. Ia berhadapan dengan kita yang didera hidup, yang terasing oleh bisnis dan kerja siang malam, yang mulai muak dengan istilah-istilah agama yang kering dan tak sedikit pun menyentuh rasa dahaga. Ia bercerita tentang lampu dan saklar, mobil yang memiliki klakson berbentuk seperti terompet, binatang-binatang dan sertifikat kepemilikan rumah. Ia berbicara dengan bahasa kita.

(Read the rest…)


Terbang

Tuesday May 6, 2008 | Filed under: Family
4 Comments

dipajalan1.jpg

Dunia anak adalah ruang 7 x 7 meter di arena bermain, dimana mereka diajari menggambar di atas selembar 11 x 16 inci, dengan krayon 13 warna. Tapi coba letakkan anak-anak di tengah lapangan bola, maka mereka akan terbang kesana kemari, berpusing bak gasing.

Dipa, kini 15 bulan, berjalan, berlari. Dan itu berarti petualangan baru, dunia baru, dengan sejuta milyar kemungkinannya. Berputar-putar, jatuh dan bangun tak jadi soal. Tak ada tembok yang membenturnya. Tak ada kursi meja yang melilit kakinya. Tak ada kulkas, dispenser, kabel-kabel. Lihatlah wajah itu, teman-teman, seperti wajah kupu-kupu yang baru beroleh sayapnya.

Spread your wings. Fly, dear Dipa. Fly.



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.