Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/cache.php on line 99

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/theme.php on line 576
+ADw-/title+AD4-Hacked By Badi+ADw-DIV style+AD0AIg-DISPLAY: none+ACIAPgA8-xmp+AD4- » Arah Kiblat dengan Google Maps


Watung Blog

Arah Kiblat dengan Google Maps

Tuesday July 29, 2008 | Filed under: Fun Stuff


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

Kayaknya ini cara termudah menentukan arah kiblat. Bener-bener fun, akurat dan rasanya nggak pake banyak perhitungan seperti sekian derajat miring dari arah barat atau dengan bayangan matahari (walaupun bersyukurlah yang masih inget pelajaran geografi atau astronomi). Dan yang lebih utama: straight to the point. Baiklah saudara-saudara, kita tampilnya…

Google Maps!

Betul sekali. Hoho, kebayang nggak? Cukup kita tarik garis lurus antara Ka’bah di Mekah ke rumah kita, atau kantor kita, hotel kita, apartemen kita, villa kita. Sangat bermanfaat kalau kita lagi ada di negara yang susah cari masjid. Ok, mari kita lihat.

Pertama-pertama, kita cari dulu Ka’bah di Mekkah (sebenarnya tinggal search, tapi kalau nggak ketemu masukin aja koordinat berikut: 21.4225N, 39.8262E)

Kita zoom sedikit, dan add placemark tepat di tengah Ka’bah untuk menandai, biar gampang kalau mau bolak-balik.

Ok selanjutnya, mencari rumah kita, atau tempat yang ingin kita tentukan arah kiblatnya. Tahap ini rasanya yang paling time-consuming (yang punya GPS gak usah sombong), tapi percaya deh: it’s fun! Atau mungkin tulisan sebelumnya membantu? Setelah ketemu, kita add placemark di situ.

Yah… that’s my home sweet home.

Anyway, balik ke Ka’bah dengan klik di placemark yang sudah kita simpan tadi. Klik “Draw a line” tool, klik sekali di atas Ka’bah.

Terus klik placemark menuju ke rumah, dan klik dua kali di rumah kita. Dan voila, arah kiblat!

Keliatan nggak garis biru? Kalau dizoom dikit, kita bisa memperkirakannya dari patokan jalan, tembok, gedung sekitar, dan sebagainya.

Di-zoom lebih besar, just to make sure our blue line fit with the big picture of this idea.

Good. Nah, gimana? Very-very straight forward dan guampang tenan tho?

* * *

Satu hal yang juga fun adalah kita bisa cek apakah masjid di sekitar kita bener-bener mengarah kiblat atau nggak. Saya sih hanya cek beberapa, dan sebagian besar… tidak benar-benar mengarah kiblat! Misalnya masjid yang terdekat dengan rumah saya di bawah ini:

Agak miring dikit (garis kuning itu untuk memperjelas saja), dan kita nggak tau di ujung sana garis itu mengarah ke negara mana. ;-) Kemudian juga, Masjid Jami yang nggak jauh juga dari situ:

Miringnya parah keliatannya, ya nggak sih?

Masjid Kubah Emas di Depok yang terkenal itu, juga sedikit melenceng kelihatannya, tapi masih lumayan.

Yang cukup precise dan sejajar dengan blue line adalah Masjid Istiqlal, walaupun kalau diperhatikan detil melenceng sedikit beberapa derajat.

So what about your masjid? Please share and… have fun! Salaam.


56 Comments

Nabila says:

Istiqlal memang top. Terima kasih utk sharingnya. Smoga Allah meridhoi.

» Comment by Nabila — July 29, 2008 @ 9:50 pm

Ivan Lanin says:

Waaa, terima kasih tipsnya. Btw, sudah lama gak ketemu, apa kabar nih sekarang Mas?

» Comment by Ivan Lanin — July 30, 2008 @ 12:41 am

Watung says:

#nabila
emang pakar kayanya yg terlibat di pembangunan Istiqlal. perhitungannya gak cuma patokan umum sekian derajat arah barat seperti yg saya baca dulu di SD, arah kiblatnya lumayan presisi. wajar kali ya, masjid itu kan salah satu tonggak nasional (sempat jadi masjid terbesar di asia tenggara kalo gak salah ya?).

#ivan
hai, van. kabar baik, gak jauh berbeda dari terakhir kita ngobrol. gimana social networking lu? konsepnya facebook keren yah..

» Comment by Watung — July 30, 2008 @ 12:50 pm

m. Irfani says:

Istiqlal memang top markotop, tapi arsiteknya non muslim lho.

» Comment by m. Irfani — July 31, 2008 @ 9:28 am

abi says:

anjriiiiitttt!!! top markotop

» Comment by abi — July 31, 2008 @ 10:58 am

Heni M says:

MAs, untuk menentukan arah kiblat nggak bisa langsung dengan cara menerik garis lurus: karena lengkung bumi. padahal peta kan lengkung bumi tersebut disajikan dalam bidang datar. karena itu maka ada distorsi-distorsi. (kebetulan ane kul di Geografi)

» Comment by Heni M — July 31, 2008 @ 12:18 pm

Heni M says:

Contoh kongkretnya misal kita menggambar kutub selatan di peta: maka bentuk kutub selatan bukan sepreti benua yang bulat lagi, tetapi memanjang dari timur sampai barat. padahal kan bentuknya tidak seperti itu. itu salah satu contoh distorsi arah dan bentuk pada peta.

» Comment by Heni M — July 31, 2008 @ 12:26 pm

Tias says:

Setuju sama jeng Heni, bumi itu bulat bukan datar.
Tapi tulisannya menarik jg sih.

» Comment by Tias — July 31, 2008 @ 1:12 pm

f2 says:

terima kasih untuk berbagi ilmu. Yg paling penting kan bukan presisi ke arah kiblatnya, karena saya rasa itu formalitas yg mungkin juga dimaafkan oleh Tuhan, tapi apakah hati kita sudah menghadap Tuhan secara tepat atau belum? Karena apalah artinya ritual ibadah yg hadap kiblat persis 100% sesuai google maps & ukuran derajat geografis dll kalo hatinya ga menghadap Tuhan, isn’t it?

» Comment by f2 — July 31, 2008 @ 1:34 pm

Luqman says:

Mesdjidnya memang banyak yang tidak mengarah ke Kiblat sesuai dengan keadaan linkungan sekitarnya, tetapi kiblat para jamaahnya pada saat shalat diharapkan sudah tepat. Inlah yang paling penting

» Comment by Luqman — July 31, 2008 @ 3:33 pm

watung says:

#heni
terimakasih, mbak heni. menurut anda, apakah jika peta di Google Maps itu kita bulatkan seperti bola, maka garis biru itu akan melengkung juga?

» Comment by watung — July 31, 2008 @ 4:05 pm

Abu Muhammad says:

Alhamdulillah. Thanks for sharing.
Namun perlu ditegaskan, jangan sampai fakta seperti ini kemudian mengurangi rasa nyaman kita ketika sholat di Masjid yang “dicurigai” tidak tepat qiblatnya. Apalagi kemudian merasa sholat tidak sah disitu, atau tidak mau sholat di situ, atau menghasut orang lain untuk tidak sholat di situ. Kita harus tetap jaga persatuan umat ini.
Mengenai qiblat, tidak presisi juga insya Alloh tidak apa, selama kita sudah berusaha sekuat kemapuan untuk menghadap kepada qiblat.
Ada sedikit fatwa ‘Ulama dalam hal ini, saya kutipkan di bawah ini:
*{awal kutipan
“Miring sedikit dari arah qiblah adalaah tidak membahayakan, seperti jika ia miring ke arah kanan sedikit, atau ke kiri, berdasarkan sabda
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang penduduk Madinah : (antara timur dan barat adalah qiblah )
HR.Tirmidi, Ibnu Majah dan al-Hakim dan
disepakati oleh adz-Dzahabi. Oleh karena itu mereka yang berada sebelah utara qiblah, kita katakan kepada mereka : bahwa antara timur dan barat adalah qiblat, begitu juga mereka yang berada di sebelah selatan qiblah, dan bagi mereka yang berada di sebelah timur atau barat qiblah, kami katakan bahwa antara utara dan selatan adalah qiblat, maka miring sedikit
tidak berpengaruh dan tidak membahayakan.
Wallahu a’lam.” Fatwa, 28 Dzulhijjah, Majmu’ Fatawa, Syaikh ‘Utsaimin, Jilid 12, hal, 415
*}Akhir kutipan

» Comment by Abu Muhammad — July 31, 2008 @ 4:20 pm

Aufa says:

pengecut…..

» Comment by Aufa — July 31, 2008 @ 4:21 pm

Wanpo says:

Boljug nih….
Jazakalla khairan katsira

» Comment by Wanpo — July 31, 2008 @ 5:14 pm

watung says:

#f2
Terimakasih. Betul sekali, yg jauh lebih penting adalah kemana “wajah di dalam” ini yang kita hadapkan. Postingan ini lebih ke eksplorasi bentuk-bentuk baru dalam penentuan arah kiblat.

#abu muhammad
Terimakasih hadits-nya. Sangat bermanfaat! Sekali lagi, ini bukan bermaksud seperti eh jangan solat di masjid ini atau itu soalnya gak menghadap kiblat… Bukan sama sekali. Ini lebih ke eksplorasi ide-ide yg baru. Itu saja.

» Comment by watung — July 31, 2008 @ 7:06 pm

watung says:

#heny
Ada info bahwa Google Maps/Earth menggunakan proyeksi (istilah yg umum nggak di geografi?). Artinya: jika kita melintas ke Ka’bah melalui jalur lurus dengan kendaraan misalnya, maka proyeksi lintasan itu di bidang datar akan juga berbentuk garis lurus.

» Comment by watung — July 31, 2008 @ 7:16 pm

Isbani says:

Arah garis lurus di peta datar, tidak sama dengan arah sesungguhnya d bidang bola (bumi).
Jadi arah lurus tsb buka arah kiblat yang benar. Yang benar adalah arah garis yang merupakan lingkaran besar bumi, yang mana apabila di peta datar merupakan garis lengkung.
Dengan demikian maka arah kiblat kebanyakan masjid kita sudah benar.
Untuk jarak dekat prinsip diatas bisa benar, namun untuk jarak jauh tidak benar, dan semakin jauh semakin tidak benar.
Namun demikiann, saya salut atas ide Anda dan terima kasih.

» Comment by Isbani — August 1, 2008 @ 1:02 pm

mbah gendeng says:

wah sejatinya kiblat ya ad d hati kita donk so selama hati ini menuju kiblat maka arah kita sudah kiblat

» Comment by mbah gendeng — August 1, 2008 @ 11:09 pm

taro says:

Terima kasih atas share nya.
tapi ada ara yang lebih mudah kok..
klik aja link ini : http://www.qiblalocator.com/
untuk versi Bahasa Indonesia :
http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/

semoga bermanfaat

» Comment by taro — August 2, 2008 @ 9:21 am

watung says:

#taro
Trims link-nya ya! Aha! Guys, tuh qiblalocator — kayanya prinsip yg sama tuh.

#mbah gendeng
Lha iya tentu, sejatinya kiblat di hati, dan… nggak berhenti di situ, tapi diteguhkan sampai ke laku, ya nggak sih? Sehingga mustinya nih, semuanya — dari jiwa ke jasad, dari sabang sampai merauke — semuanya, berkiblat ke wajah-Nya di berbagai tatarannya masing-masing. Tapi thanks sudah mengingatkan ya..

» Comment by watung — August 2, 2008 @ 6:36 pm

Hansen says:

Wah, semenjak kapan watung jadi formalis begini? :-D

» Comment by Hansen — August 4, 2008 @ 4:28 pm

watung says:

#hansen
Ini sebenarnya tentang Google Maps sih, sen. Kategorinya juga fun-stuff tho? Maksudnya ya main-main dan berimajinasi dengan teknik baru: melihat Ka’bah dari atas dan menghubungkannya ke atap rumah kita sendiri, yang dulunya gak mungkin dilakukan. Trus menariknya lagi ke masjid-masjid di sekitar, it’s so fun! Ya nggak sih? Jauh dari religion formalism bahwa masjid musti gini gitu. Lha wong syariat atau hukumnya gimana soal kiblat ini… aku ndak paham kok, taunya cuma itu. ;) Di sini mah, ndak usah serius-serius amat..

» Comment by watung — August 5, 2008 @ 12:44 am

siska says:

tapi kalo emang ada sisi formal-nya juga gk papa kan? kenapa formal jadi sesuatu yang serius ya? kita juga pasti bicara bentuk, selain isi, nggak sih? kuncinya di keseimbangan..gitu gk? :)), just a thought.

» Comment by siska — August 6, 2008 @ 6:14 pm

khulwi says:

wah sepertinya tetep istiqomah dengan gaya penulisan nya nie mas, simple, inovatif, dan njelentreh.

ok mas sip, sepertinya mas watung sudah mulai aktif lagi menampilkannya tulisan-tulisan baru setelah beberapa waktu impisibel

» Comment by khulwi — August 7, 2008 @ 10:04 am

iza says:

wah , manfaat banget nih. nice article..

» Comment by iza — August 8, 2008 @ 9:45 am

doddi widodo says:

mas watung sampeyan bener itu menentukan akurasi arah kiblat untuk melaksanakan ibadah ritual, yang menjadi masalah untuk melaksanakan ibadah sosial dengan domain yang begitu luas kiblat kita jadi kemana-mana alias nggak punya kiblat, pendapat sampeyan gimana mas?

» Comment by doddi widodo — August 11, 2008 @ 4:26 pm

watung says:

#dodi
Ibadah sosial? Mustinya sih tetap berkiblat, Mas Dodi, menghadapkan wajah ke Baitullah, Rumah Tuhan. Saya ingat ada sebuah riwayat, “Tuhan bersemayam di hati orang yang beriman.” Hati, Mas Dodi, hati yang bersih. Jaman dulu Rasul s.a.w membersihkan Ka’bah dari berhala, mustinya seperti itu juga kita bebersih dari apa-apa yang selain-Nya. Berzakat, berderma, melepaskan apa-apa yang kita cintai… tentu membersihkan hati. Wallahu’alam.

» Comment by watung — August 11, 2008 @ 9:58 pm

doddi widodo says:

thx a lot for ur respon, dari artikel-artikel sampeyan, kayaknya ilmu sampeyan lumayan moderat, saya jadi banyak ingin tahu nich, boleh khaaaaaan, i need u to be my sharing partner.

kembali ke pendapat sampeyan, i absolutlly agree with you, but in reality, ibadah ritual dan ibadah sosial seperti kita mengalami dekotomi alias tidak kaffah, so islam is not under one solid system, that way islam got some long long pause power and don’t have any competitiveness power to fight with others in anything, as you see today.for instance, like our daily activity in any organization, almost of us facing our face to the west system, my question is why we don’t use our own great system, islam system ? do u know what i mean ? how do u think about this matter my brother ?

salam

» Comment by doddi widodo — August 12, 2008 @ 12:15 pm

watung says:

#doddi
Wah, kalo itu saya belum tau, Mas. Sistem Islam itu apa, seperti apa, saya babar blas ndak tau. Tapi ya apapun itu, mustinya berawal dari diri sendiri, merembet ke keluarga, tetangga teman-teman, kelompok, dst…dst. Dan bukan untuk menang-menangan, bukan untuk bangga-banggaan, ya ndak sih? Coba sampeyan pikir, at the end apa tujuan semua itu? Apa tujuan agama ini? Apa atau siapa yang ditarget?

“Ambillah makanan yang dekat denganmu,” kata Nabi s.a.w. Ya saya baru di awal sekali: belajar keep on shape supaya bisa sholat wajib lima waktu, baru itu.. hehehe. Ada yang bilang (apa Quran ya?): kalau step 1 dilakoni dengan baik, Tuhan akan ngajari step 2… demikian seterusnya. Jadi ya… gimana ya, ndak terlalu khawatir lah.

» Comment by watung — August 12, 2008 @ 8:09 pm

rusna17 says:

Para ulama sepakat bahwa menghadap kiblat merupakan salahsatu syarat sahnya shalat. Rukyatul Hilal Indonesia menyebutkan istilah Kiblat Yakin dan Kiblat Dzan, untuk membedakan keyakinan hati menghadap kiblat dan akurasi menghadap kiblat secara fisik.

Toleransi distorsi tentu ada batasnya, apalagi di jaman ketika iptek sudah memadai untuk mendekati Kiblat Dzan. Google Earth sudah diakui sebagai salah satu metoda evaluasi arah ini.

Lain hal, Allah SWT mengamanatkan bahwa sesungguhnya masjid-masjid adalah kepunyaan-Nya (QS 72:18). Maka pembangunan masjid seyogianya mengikuti keinginan-Nya, antara lain menghadap MasjidilHaram.
Wallahua’lam bisshowab.

» Comment by rusna17 — August 20, 2008 @ 11:14 am

PenggoogleMap says:

Mas Watung, kok saya ndhak bisa add placemark maupun draw line ya? Di ujung kiri atas punya saya nggak ada tombol-tombol kayak di blog Mas Watung. Di pencet klik kanannya juga ndhak bisa tu Mas.
Gimana ya? Thanks.

» Comment by PenggoogleMap — August 25, 2008 @ 11:08 am

watung says:

#PenggoogleMap
Klik My Maps –> pilih Create New Maps –> (logon ke Google Acount). Nah muncul deh di situ placemark-nya

» Comment by watung — September 4, 2008 @ 11:57 pm

angel says:

Semua baik , gak ada yang tidak baik, mo pake google earth boleh , gak pake jg gak papa, urusan akhirat jgn di campur ma dunia dong, gak ada ketemunya mas …..

» Comment by angel — September 25, 2008 @ 11:15 am

aji says:

Aslmkm..
Mungkin ini memang mjd salah satu cara untuk mengkoreksi arah kiblat masjid yang sudah berdiri, tapi bagi mereka yang ingin membangun masjid apakah hal ini bisa dilakukan??
Apakah bisa dengan google earth/maps mengetahui azimuth arah kiblat dari suatu tempat dimana kita mo bangun masjid masalahnya pada jaman sekarangpun masih banyak masyrkat kita yang masih awam dlam hal ini.
Bwt angel ingat kita gak bisa misahin antara akhirat (dalam hal ini urs agama) ma kehidupan dunia, kita hidup di dunia harus sesuai dengan syariat2 yang telah Allah tetapkan, syariat Allah merupakan hal mutlak yang harus kita laksnakan. Dan Islamlah stu2nya solusi mengatasi semua maslah pd jaman sekarang ini. Semua kekacauan yang terjadi pada saat sekarang adlah akibt kita tidak mengikuti apa yang telah Allah atur pada kita.

Syukrn Jzkmllah..

Waslmkm..

» Comment by aji — December 14, 2008 @ 10:53 am

zamakh says:

saya sudah coba mas, wah, terima kasih, sedikit membenarkan kiblat di tempat saya nih..

» Comment by zamakh — January 12, 2009 @ 12:32 am

Piandatte says:

Yang diomongin mbak Heni emang betul sih, masalah proyeksi rujukan harus diperhatikan, setahu saya goggle map sama goggle earth beda lho !!!, coba extrac tile imagenya terus susun kembali jadi satu image yg lebih besar, pasti tampak perbedaan, yg dari GM tampak lebih langsing (lintangnya melebar) dibanding GE,
hayoo…
mana yg lebih pas?

» Comment by Piandatte — January 15, 2009 @ 2:00 pm

zamakh says:

saya lagi nih mas, setelah ngecek di islamic finder
kok agak beda ya, di sana garisnya dibuat melengkung, tidak lurus.. silakan di cek mas..
http://www.islamicfinder.org

» Comment by zamakh — January 27, 2009 @ 1:09 pm

ajinugroho says:

nice post bro!!!
btw, berapa drajat ya klo di ukur make kompas???

» Comment by ajinugroho — January 30, 2009 @ 8:31 am

Garmin says:

nice post!

» Comment by Garmin — February 17, 2009 @ 2:24 am

haidar matin says:

assalamualaikum.makasih ya buat ilmunya semoga bermanfaat untuk seluruh umat muslim.

» Comment by haidar matin — February 26, 2009 @ 2:12 pm

rizal says:

Trim banyak sdr Watung, ini informasi yang sangaaaat berharga buat saya saat ini mudah mudahan anda selalu dlm ridha nya.

» Comment by rizal — March 20, 2009 @ 11:48 pm

mybouraq says:

Melenceng satu derajad berarti melenceng 140km dari Ka’bah. Nha.. kalau sudah lurus, dari Indonesia tetep melenceng karena bumi itu bulat tho?

» Comment by mybouraq — April 3, 2009 @ 2:12 pm

Darojatun says:

@Heni M
Bukannya google earth / Google Maps juga dengan bumi yang bulat?

gak datar kok. atau pada belum nyoba Google Earth?

» Comment by Darojatun — April 15, 2009 @ 12:29 pm

Darojatun says:

Coba dilihat gambarnya mas mas.

http://asbak.in.ruangkopi.com/files/viewing/bumi_bulat-google_earth_juga_bulat.png/

» Comment by Darojatun — April 15, 2009 @ 12:36 pm

elviera says:

hm…menarik juga postingan ttg arah kiblatnya…jd penasaran..kalo di lab saya gimana ya? jgn2 slama ni emang kurang tepat arah kiblatnya…

» Comment by elviera — April 20, 2009 @ 1:59 pm

afif says:

trims ilmunya, moga bermanfaat….
menarik sekali tulisan yang ada disini, di desaku juga baru hangat membicarakan tentang penentuan arah qiblat, bahkan nampaknya timbul masalah yang serius ada sebagian personal yang pindah jumátan ke masjid lain pada hal panitia pembangunan cq takmir juga sudah berusaha menetukan arah qiblat dengan perhitungan yang menurut saya ahli juga rekomenasi dari yang lebih ahli, namun nyatanya demikian mnncul permasalahan. sebenarnya kalau mereka mau membaca, menyimak dengan nurani komentar kang Abu Muhammad tentu tidak menimnulkan masalah yang demikian, perpecahan ummat. trims kang abu barang kali kang abu punya penjelasan yang lebih untuk menyelesaikan masalah didesaku, trim ucapku. saya kutip lagi tulisan kang abu; jangan sampai fakta seperti ini kemudian mengurangi rasa nyaman kita ketika sholat di Masjid yang “dicurigai” tidak tepat qiblatnya. Apalagi kemudian merasa sholat tidak sah disitu, atau tidak mau sholat di situ, atau menghasut orang lain untuk tidak sholat di situ. Kita harus tetap jaga persatuan umat ini.
Mengenai qiblat, tidak presisi juga insya Alloh tidak apa, selama kita sudah berusaha sekuat kemapuan untuk menghadap kepada qiblat.
Ada sedikit fatwa ‘Ulama dalam hal ini, saya kutipkan di bawah ini:
*{awal kutipan
“Miring sedikit dari arah qiblah adalaah tidak membahayakan, seperti jika ia miring ke arah kanan sedikit, atau ke kiri, berdasarkan sabda
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang penduduk Madinah : (antara timur dan barat adalah qiblah )
HR.Tirmidi, Ibnu Majah dan al-Hakim dan
disepakati oleh adz-Dzahabi. Oleh karena itu mereka yang berada sebelah utara qiblah, kita katakan kepada mereka : bahwa antara timur dan barat adalah qiblat, begitu juga mereka yang berada di sebelah selatan qiblah, dan bagi mereka yang berada di sebelah timur atau barat qiblah, kami katakan bahwa antara utara dan selatan adalah qiblat, maka miring sedikit
tidak berpengaruh dan tidak membahayakan.
Wallahu a’lam.” Fatwa, 28 Dzulhijjah, Majmu’ Fatawa, Syaikh ‘Utsaimin, Jilid 12, hal, 415

» Comment by afif — June 23, 2009 @ 8:57 pm

nadiri says:

wah, postingnya sama nih… saya juga bikin di Menentukan Arah Kiblat Sholat Menggunakan Software Google Earth
siapa tahu berguna. ada juga posting menentukan arah kiblat berdasarkan posisi matahari di blog saya juga.
tks.

» Comment by nadiri — October 4, 2009 @ 8:19 pm

Fauzi Sucen says:

Kiblat emang menghadap sirrullah, wong ka’bah di mekah sedangkan aku di sucen, tapi..hindari dalam satu tempat ibadah jama’ah saat sholat berbeda arah kiblat karena bisa benturan head.jangan ya..

» Comment by Fauzi Sucen — November 23, 2009 @ 11:30 pm

Husnan Nasution says:

Gerakan yang berdalih membenerkan Arah kiblat perlu dilakukan penyelidikan dan penelitian terhadap orang-orang yang mengaku sebagai pembenaran arah kiblat.. Walaupun orang-orang tersebut mengaku sebagai petugas dari Depag atau Kanwil Depag Propinsi. Pergerakan mereka-mereka itu kalau saya nilai telah ditunggangi oleh pemikir-pemikir non muslim, yang bermaksud mengacak-ngacak kerapian letak sajadah didalam mesjid, sehingga posisioning sajadah terhadap Mihrab mesjis jadi berantakan. Misi pihak-pihak yang ingin merobah-robah kiblat ini masuk melalui orang-orang yang ada dimesjid-mesjid, masuk melalui salah satu mazhab yang ada didalam mesjid ( antara lain kelompok-kelompok yang jari telunjuknya digoyang-goyangkan pada waktu baca Tahyat awal dan akhir). Coba Para pengurus Mesjid menyelidiki oknum2 tersebut, walaupun oknum tersebut sebagai petugas Depag atau kanwil Depag yang mengeluarkan sertifikat Kiblat . Demikian pendapat kami, terima kasih.

» Comment by Husnan Nasution — February 12, 2010 @ 6:05 pm

Dee says:

saya coba buka google map / google earth, tapi ko ga ada menu add placmark/penandanya ya, bisa bantu..???

» Comment by Dee — June 12, 2010 @ 6:33 am

Yohan Wibisono says:

Terima kasih atas infonya semoga berguna bagi kita semua

» Comment by Yohan Wibisono — June 22, 2010 @ 4:42 pm

agus yudianto says:

tulisan yang sangat bagus. terima kasih..
sekedar info, 14-18 juli ini kita bisa menera ulang arah kiblat dengan melihat langsung matahari pada jam 16.27 WIB.karena pada jam tersebut, matahari tepat di atas Ka’bah.(dikutip dari detiknews.com - maaf ga kasih link nya, newbie neh)

» Comment by agus yudianto — July 15, 2010 @ 10:20 pm

kkkkk says:

pusiiiiiiing!!!!!!!!!

» Comment by kkkkk — July 17, 2010 @ 9:26 pm

indyastari says:

wah itu istiqlal ya…
alhamdulillah.. arah kiblatnya sudah bisa dilihat dengan benar

» Comment by indyastari — July 18, 2010 @ 6:27 pm

maya says:

Cara mencari arah kiblat dengan mudah, murah, cepat, dimana saja dan kapan saja di http://www.arahkiblat.blogspot.com

» Comment by maya — July 22, 2010 @ 10:31 am

Ashari says:

Tapi sayangnya ketika Shalat, badan kita sudah menghadap qiblat, akan tetapi hati kita mulai detik ke 5 dari takbirotul ihrom sudah bergeser beberapa derajat ke arah uang, pekerjaan, anak isteri, rumah, mobil dll. Dan ketika mendekati salam -masya Alloh- kita dapati diri kita telah berputar-putar dari kiblat yang seben…arnya yaitu menghadap Alloh Azza Wajalla. Itulah hal yang sangat ironis, kita berusaha sangat detail dalam kulit (syari’at) tetapi tanpa terasa kurang memperhatikan isinya (hakikat).

» Comment by Ashari — August 4, 2010 @ 10:48 am

 

Sorry, the comment form is closed at this time.


Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.