Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/cache.php on line 99

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-includes/theme.php on line 576
+ADw-/title+AD4-Hacked By Badi+ADw-DIV style+AD0AIg-DISPLAY: none+ACIAPgA8-xmp+AD4- » Malaikat & Para Asisten Profesor


Watung Blog

Malaikat & Para Asisten Profesor

Thursday October 2, 2008 | Filed under: Spirituality


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/watung01/public_html/wp-content/plugins/tpbct.php on line 92

Bahkan malaikat pun bertanya (kayak judul apa ya?). Ada satu ayat di Quran yang merekam kejadian ini.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS [2]:30)

Menarik. Coba ya, apa ini sebenarnya?

Sebuah protes? Barangkali. Malaikat telah memicingkan mata di ufuk depan sana, tahu apa yang akan terjadi: tentang sebuah tragedi sang makhluk ‘mulia’ bernama manusia yang menebar kerusakan dan menumpahkan darah. Keniscayaan yang tragis, bukankah begitu? Dan kita pun mengamini para malaikat: mengapa, untuk apa semua itu?

Yah, nggak tahu. ;-) Tapi, teman-teman yang baik, saya punya sebuah kisah.

* * *

Tentang seorang profesor yang sangat pandai di sebuah negeri antah berantah. Pagi itu, para asistennya yang loyal menemukan sang profesor tengah sibuk mengadakan sebuah eksperimen rahasia di laboratorium pribadinya.

“Wahai profesor, apa yang paduka lakukan?” tanya salah seorang di antara mereka. Wajah mereka tampak pucat.

“Mencampurkan kelima elemen ini, lalu memasukkan Cahaya-X penemuanku, citraku,” jawab profesor seraya menunjuk ke beberapa benda.

“Paduka hendak mencampurkan tanah, air, api, udara, ether… dan Cahaya-X?? Tapi, Profesor, bukankah hal itu akan menimbulkan ledakan yang sangat berbahaya dan merusak Cahaya-X?” protes mereka.

“Benar, akan ada efek destruktif yang cukup besar. Ini berkaitan dengan arbitrary spirituo transformation theory. Teori tingkat lanjut. Kalian belum memahaminya,” tegas profesor.

“Tapi paduka akan meledakkan seluruh ruangan ini!”

Tersenyum, sang profesor tetap melanjutkan pekerjaannya, “Aku tahu apa yang kalian tidak ketahui.”

* * *

Yah, barangkali situasinya seperti itu. (Kalau sulit merelasikannya: para asisten itu adalah para malaikat; profesor yang cerdas adalah personifikasi Tuhan; kelima elemen dasar adalah tubuh yang kita pakai ini; sementara Cahaya-X adalah esensi diri kita sebagai citra Tuhan).

Para Malaikat bertanya seperti halnya para asisten di kisah ini, tentu dengan segala keterbatasan ilmunya, namun Sang Profesor lebih tahu apa yang dilakukkan-Nya.

Dan kisah pun berlanjut…

Ledakan besar itu — seperti dugaan para asisten — benar-benar terjadi, namun tak sampai melukai siapa pun. Akibat percikan api dan interaksinya dengan berbagai elemen, sebagian flux Cahaya-X meredup, sebagiannya bertransformasi dengan cara yang sangat aneh: memantulkan sinar, berpendar cemerlang ke segala arah!

Dan teman-teman yang baik, tahukah apa sebenarnya yang hendak dituju sang profesor? Penemuan apa yang dihasilkannya?

Ya, CERMIN!

“Aku adalah harta tersembunyi (kanzun makhfiy), Aku rindu untuk dikenal, karena itu Aku ciptakan makhluk agar Aku diketahui.” (Hadits Qudsi)

Credits: Kisah di atas adalah fiksi belaka. Di depan itu adalah simbol-simbol empat elemen dasar (udara, tanah, api, air). Lukisan di atas adalah karya Joseph Wright, The Alchemist — in Search of the Philosopher’s Stone. Dan oh! satu lagi… saya tidak sedang menafsirkan ayat-ayat Tuhan karena memang bukan penafsir, sekedar trigger untuk eksplorasi lebih lanjut. ;-) Salaam.


17 Comments »

C4P3X says:

Kalau asisten Profesor berani bertanya: mungkin dikarenakan si asisten sepenuh nya sadar bahwa dia mempunyai ilmu yang sedikit lagi akan mencapai / sama dengan si Profesor sehingga si asisten dapat memprediksi tindakan si profesor.
Tapi Malaikat sepenuh nya sadar: malaikat tidak mengetahui apapun kecuali yang diberitahukan Allah .
Mungkin kah sebelum penciptaan manusia sekarang, telah ada manusia sebelum kita yang sudah pernah dikiamatkan ??
atau kata ” manusia” memang mempunyai makna “kehancuran” ??.

Cuma sekadar bertanya ;-),

» Comment by C4P3X — October 13, 2008 @ 11:10 am

watung says:

c4p3x wrote:
> Tapi Malaikat sepenuh nya sadar: malaikat tidak
> mengetahui apapun kecuali yang diberitahukan
> Allah .

Itu sebabnya mereka bertanya, ya nggak sih? Karena ibarat main catur, mereka taunya 4 langkah ke depan, ya penasaran kok menterinya dikorbanin.

Manusia -> kehancuran? Saya lebih cocok manusia itu bermakna “kebangkitan dari kehancuran”. ;-) Wallahu’alam.

» Comment by watung — October 13, 2008 @ 1:03 pm

aryf says:

percobaan gila..
hanya org gila yg mau melakukannya.

*selamat mencoba*

» Comment by aryf — November 2, 2008 @ 1:05 am

jorumongso says:

nice story, dramatic, sensational, creative… tetap kreatif ya! yuk ke blogku… thks

» Comment by jorumongso — November 15, 2008 @ 12:11 am

mehonk says:

kalo ga disatuin ga akan ada manusia.dan malaikat adalah salah satu unsur dari kesatuan unsur2 tsb.itulah penghalang menuju-Nya,hanya manusia yang dipilih untuk mengetahui-Nya jadilah manusia makhluk paling mulia….mungkinkah mengtahui-Nya?mungkin seperti dicontokan oleh Rasullullah saat isra mi’raj,coba cek perbedaan Rasullullah dengan kita umatnya di Al-Qur’an 18:110,selamat merenungi!!

» Comment by mehonk — November 20, 2008 @ 10:20 pm

zamakh says:

Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”

ayat ini berkaitan dengan penciptaan nabi adam bukan sih?
kalau liat redaksi ayat ini, bener gak sih nabi adam itu manusia Pertama? atau sebenernya manusia udah ada sebelumnya, cuman belum ada KHALIFAH pertama?

just curios..

» Comment by zamakh — December 9, 2008 @ 11:42 pm

Johny Burt says:

Kalo mau lebih tahu banyak Silahkan cermati lagu lubang Hati by Letto…. Nah silahkan dicermati syairnya. Thnks

» Comment by Johny Burt — January 7, 2009 @ 10:07 am

maharlika says:

mau tahu lebih banyak mengenai bukti-bukti reinkarnasi kunjungi situs IISIS atau baca buku Born Again nya Dr. Paul Semkiw … sdh ada terjemahan Indonesianya kok

» Comment by maharlika — January 13, 2009 @ 1:26 pm

iqbal hs says:

salaam..mas watung…
kalo boleh iqbal sedikit simpulkan bahwa…: MANUSIA ITU CERMIN, DAN MAMPU MENCERMINKAN KHAZANAH ILAHIYAH sebagai mana hadits qudsi berikut…“Aku adalah harta tersembunyi (kanzun makhfiy), Aku rindu untuk dikenal, karena itu Aku ciptakan makhluk agar Aku diketahui.” (Hadits Qudsi)

» Comment by iqbal hs — February 27, 2009 @ 3:07 pm

smarandana says:

Lagi ngomong tentang apa sih sebenarnya????
Aku belum ngerti juga walopun udah berkali kali mampir ke situs ini. Kayaknya ngomong tentang tuhan dan manusia dan malaikat. Kalo masalah tuhan bukankah itu sangat gak ada gunanya dibahas atau diomongin. Tuhan itu ada gunanya hanya supaya ada yang untuk disembah aja.

» Comment by smarandana — March 5, 2009 @ 1:31 pm

kopi cina says:

cermin atau kaca, Mas??

» Comment by kopi cina — March 11, 2009 @ 4:37 pm

silmi says:

yaa.. ceritanya cukup mendekati…
tapi.. kita kan masih belum pahu apa tujuannya manusia di jadikan pemimpin di bumi ini? padahal ….

» Comment by silmi — April 8, 2009 @ 2:23 pm

rusakabis says:

saya ga gt paham maksud dan tujuan dari tulisan ini. tapi saya coba kasih acuan. coba pelajari qada dan qadar, and lauhul mahfudz.

» Comment by rusakabis — June 25, 2009 @ 7:24 pm

mbah gendeng says:

dari cerita ini sebenarnya dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika semua malaikat memprotes tetap saja sang tuhan mengetahui ap rahasia di baliknya begitu pula ketika kita sedang mengalamai kebuntuan jalan dimana semua suara2 asing membuat kita bingung atas apa yang akan kita perbuat maka kita harus meneguhkan hati sesuai sariat yg ada karena manusia hanyalah mahluk tuhan yg g sempurna n perlu bimbingannya atau untuk yg lebih ekstrimis maka yg harus kita lakukan adalah bercermin dengan wajah tuhan :)

» Comment by mbah gendeng — August 16, 2009 @ 2:47 am

Lintas says:

Mmmmmmmmmmm

» Comment by Lintas — September 11, 2009 @ 7:00 am

Sobar says:

Menarik. Krn sering diminta Rini anakku bacain kisah Adam as, aku jd sering improvisasi bahwa Allah berulang kali menciptakan homo sapiens sd homo sapiens-sapiens n mrk itu merusak bumi n saling berbunuhan; menciptakan Dino jg sm parahnya :D, jd aza Allah kepikiran menciptakan khalifah di muka bumi yakni manusia, yg ngga ada hub nya sama sekali dgn homo sapiens-sapiens itu (teori missing link sedikit disinggung). Jadilah Adam dll dsb. Btw, kenapa ngga lanjut ceritanya ke Azazel yg membangkang, ngga mau sujud ke Adam? Azazel sptnya tahu ‘masa depan’ n ia kibr/merasa mulia sbb tercipta dari api (RQ??) ketimbang Adam yg Jasad/bumi, Jiwa/cahaya dan Ruh itu. Ayo crita lagi :) Thanks yaaa. Salaam.

» Comment by Sobar — June 3, 2010 @ 9:30 pm

I Know Nothing… says:

Setuju, bhw siapa saja bebas berekspresi… tulisannya enak dicerna…
logika saya ad : Experimen dilakukan oleh manusia yang serba terbatas, lalu jika Sesuatu yang Maha Tahu; apa perlu Experimen?

» Comment by I Know Nothing... — April 7, 2011 @ 9:49 pm

 

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required, but will not be displayed)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.