Nggak semua yg dibikin Microsoft sukses.
Beberapa waktu setelah saya install Office XP, ada satu yg menarik. Office Asistant yg saya temui di Office2K sebelumnya dengan berbagai karakter kartun itu (si “Clippy” salah satunya) nggak lagi by-default terinstall! Wow, mereka ndenger juga ternyata… Para user kayaknya sama pikirannya dengan saya: Si Clippy ini ngeselin, gerak-gerak sendiri di layar, mengganggu konsentrasi. Maksudnya baik, menyediakan help-system yg “user-friendly”. Tapi mana ada kartun yg serius? Ditanya apa, jawabannya kemana…
(Read the rest…)
Kita kadang-kadang suka mengeksploitasi programmer. Alokasi waktu normalnya 3 bulan, kita bilang ke mereka 1 bulan, dengan harapan kalau toh molor jadi 2 bulan kita masih on-schedule. Tricky, tapi stupid! Walaupun mereka “jungkir balik” karena menghadapi schedule yg “nggak mungkin” itu, yang jadi korban adalah quality (yes, it’s NOT free!). Bug-record jadi bejibun, dan harapan 1 bulan malah jadi 6 bulan yg mostly kerjaannya bug-fixing dan situasinya diisi orang-orang stress!
Satu kalimat di buku klasiknya Tom DeMarco:
People under time pressure don’t think faster.
Saya coba bereksperimen mengalikan 372 x 718 berulang-ulang, pasang stop-watch dan menghitung waktunya:
Exp 1: 25 sec
Exp 2: 23 sec
Exp 3: 24 sec
Exp 4: 63 sec
Exp 5: 24 sec
Yah… antara 20 - 25 detik (experimen 4 lupakan, disela nyalain rokok dulu soalnya). I can be sure that I cannot get any faster. Ada atau nggak ada time pressure, saya kayaknya nggak akan bisa sampai di bawah 15 detik. Saya suka kalimat Pak Tim itu. Not about that time pressure doesn’t motivate people, but with or without pressure, people definitely cannot even think faster, right?
Programmer adalah para thinking worker: kerjaannya mikir (iya, mereka memang ngetik dan memandang monitor, tapi “badai” besarnya sebenarnya ada di kepala mereka). And from my experiment, thinking-rate is almost constant! Management by KITA (kick in the ass) mungkin berhasil di lingkungan buruh pabrik, tapi kayaknya nggak cocok buat para thinking worker.
Tulisan si Steve ini bagus juga. So, you want to be a consultant?
Bisa jadi guidance, do’s and dont’s buat mereka yang ingin memulai bisnis sebagai independent consultant. Sedikit warna-warni IT, but it’s much more about customer service than it is about technical skill.
Let me quote:
The single biggest surprise to prospective consultants is when I suggest that their technical skills will not be their biggest asset…