Watung Blog

Reog Ponorogo, Indonesia, Malaysia

Sunday December 2, 2007 | Filed under: Misc
34 Comments

reog4.jpgSekarang ini kantor kok isinya orang ngributin Reog Ponorogo dan Rasa Sayange yang diklaim Malaysia. Ya bukan apa-apa sih, tapi entah gimana ceritanya kita ini — yang pemuja sandang Calvin Klein dan penikmat assiette du pecheur (mampus gak tuh bacanya) — tiba-tiba kok jadi apresiatif dengan yang namanya reog. Lha wong pertunjukan asli Jawa Timuran ini (hidup Arema!) di Taman Mini aja nggak ada yang nonton, kalah sama meriahnya festival tari Salsa (joget a la Jennifer Lopez) di Hotel Mulia bulan kemarin.

C’mooonnn guys… kapan sih terakhir kita nonton reog? Setahun lalu? 10 tahun lalu?

Tari Barongan

Tari Barongan yang diklaim Malaysia ini memang mirip dengan Reog Ponorogo. Bayangan saya tadinya pemerintah mereka datang ke Ponorogo, nonton reog lalu terbetik ide di kepala mereka “Kita klaim aja ini punya kita!”?

Mmm, kayaknya they are not that stupid deh…

(Read the rest…)


Backup your ‘life’… online

Thursday November 15, 2007 | Filed under: Misc
11 Comments

pg.gifBiasanya gini: kalau kita punya rencana, mencoba bersiap-siap akan sesuatu, sesuatu itu malah nggak terjadi. Jadi saya dan istri mulai berencana tentang hal-hal terburuk: tabrakan di jalan, rumah kebakaran, disamber tsunami, gunung meletus, gempa bumi… yang kayak gitu lah. ;-)

Lalu muncul pertanyaan, apa yang kita akan bawa seandainya, misalkan nih, ada kebakaran di kanan kiri sebelah rumah atau ada tsunami warning di radio?

Saya ingat dulu jamannya tsunami di Aceh, di antara korban-korban yang selamat ternyata banyak yang kesulitan mengakses account bank-nya, atau mengklaim asuransi, atau bahkan mengklaim hak miliknya sendiri lantaran satu hal: nggak ada dokumen, bahkan fotokopinya sekalipun.

So we came up with this idea:

dash.gifKami scan semua dokumen-dokumen penting: KTP, paspor, asuransi, sertifikat (ijazah, penghargaan, apa aja), kartu keluarga, akte kelahiran, BPKB, … sampai kartu kredit, buku tabungan dan surat nikah. Kami scan semuanya. Hasilnya: 50-an file yang totalnya nggak nyampe 60 Mb (kalau diturunin resolusinya mungkin bisa lebih kecil lagi).

(Read the rest…)


Introvert

Saturday January 27, 2007 | Filed under: Misc
49 Comments

Tulisan yang menarik, dan sangat populer, dari Jonathan Rauch, menceritakan pengalaman pribadinya sebagai seorang introvert dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupannya. Saya terjemahkan dari artikel Rauch di The Atlantic Monthly, Caring for Your Introvert (tentu tidak sebaik tulisan aslinya).

* * *

aloof9.jpgPernah tahu tentang seseorang yang perlu menyendiri, berjam-jam tiap harinya? Yang gemar mengobrol tentang ide-ide, tentang perasaan? Yang kadang-kadang bisa mempresentasikan sesuatu dengan hebat di hadapan banyak orang, tapi begitu canggung saat berada di kelompok yang lebih kecil? Yang musti ditarik-tarik untuk datang ke pesta, lalu perlu seharian penuh untuk ‘penyegaran kembali’?

Apakah kita menjulukinya ‘orang serius’, atau bertanya kepadanya ‘eh, kamu sakit ya’? Menganggapnya penyendiri, sombong, dan tak sopan? Yang kita musti berjuang keras hanya untuk mengajaknya keluar?

(Read the rest…)


Brosing(s)

Sunday December 17, 2006 | Filed under: Misc
1 Comment

Browsing itu memang fun. Di hari Minggu, setelah session pecel Mediun, kopi berikut istrinya, sambil ongkang-ongkang kaki (wireless modem jek akhirnya, jangan sirik ya!), log on, dan wuuushh… Saya share deh dikit yang bikin blinking di kepala saya.

(Read the rest…)


Bisnis Spam

Wednesday December 6, 2006 | Filed under: Misc
0 Comments

spam_turkey1.jpgPernah dapat email spam? Ya, yang isinya soal viagra, mortgage, atau yang sejenis “buy cialis now!” dan “pleasure your partner with a bigger, longer, stronger…” itu? Sure you do. Pernah kepikir ngapain mereka kirim-kirim gituan?

Well, because it makes money, Watung? Okay, it does. But have you ever wonder how much?

Bayangin, sejak dulu di tahun 1992 (ketika saya pertama kali punya email) sampai pagi ini yang kalau terima 100 email per hari ternyata 99-nya cuma nongol di Junk Folder, spam ini kok seperti bisnis prostitusi saja layaknya: nggak mati-mati. Ya nggak sih? Coba deh, pengirimnya aja, paling nggak, pinter ngomong Inggris, dia ngerti konsep marjin (baca: pedagang), tahu Internet dan bisa kirim email (baca: manusia modern, kalau mau kerja “bener” ya seminimalnya manajer lah, daripada cuma kirim-kirim yang nggak jelas kayak gini). But… we keep receiving the same spam message repeatedly, we never open the messages and just hit delete, and why in earth doesn’t the spammer just realize that we don’t read his spam and stop sending me those damn messages! (Hhh, sorry, esmosi…)

Well, because it’s a profitable business. Ever wonder how much a spammer can get?

Big enough.

(Read the rest…)


New home sweet home

Monday December 4, 2006 | Filed under: Misc
9 Comments

Fffuh, pindahan nih. (Oh ya, please update your bookmarks!)
Ya, pondokan baru, suasana baru. Lebih sederhana dan simpel (a.k.a. minimalist), lebih bebas mau apa (nggak juga sih, lebih tepatnya lebih bebas dengan berbagai keterbatasan baru, dengan kerumitan baru). Tapi bagaimana pun juga, rumah “sendiri”. :-)

homm.gifArticle-wise, nggak banyak yang berubah dari yang sebelumnya. Feature-wise, sebenarnya juga sama, kecuali beberapa pernak-pernik yang nggak penting dihilangkan. Domain sendiri (keren!), and Wordpress is great! — mereka punya utility untuk migrate isi blog di Blogger ke rumah baru ini.

Blog yang lama di Blogspot dibiarin gitu aja, buat kenang-kenangan (kalau Blogger nggak tutup). Page-loading kali ini semoga lebih cepat (100-an kbyte kalau dulu size di page awal, kini cuma 20-an saja). Harapan lainnya, semoga bisa bersemangat baru. Salaam.


Revisitia

Monday October 16, 2006 | Filed under: Misc
0 Comments

Postingan di blog kita itu seperti jejak-jejak sejarah, bukankah begitu? Sejarah kita sendiri. Ada kalanya kita ingin revisit salah satu atau beberapa di antaranya, mengunjungi kembali pikiran-pikiran kita dulu, merasakan kembali nuansanya… Kita bersyukur karena kita mulai beranjak sejengkal atau sedepa, atau bahkan kala sadar kita tak beranjak ke mana-mana.

Menyekutukan Tuhan
Rasanya kemusyrikan itu setua kehidupan itu sendiri. Kita mengulik kembali isi hati, bertanya benarkah tak ada sesuatu pun yang lain yang kita tuju di ujung penghadapan wajah ini?

Tiap Orang, Satu Misi
Tidak terlalu tidak-masuk-akal kan? Kita datang ke sini, ke dunia ini, demi sebuah misi suci, yang hanya kita orang per orang, yang musti mengerjakannya?

Semoga in-line dengan babak akhir dari Bulan Suci kali ini. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Salaam.



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.