Watung Blog

Siapa Socrates sebenarnya?

Thursday August 23, 2007 | Filed under: Spirituality
14 Comments

socrates_teaching.jpgIngatan kita dulu adalah tentang seorang tua gempal di Yunani sana yang hidupnya hanya beredar di pasar-pasar bak gelandangan, menggetok pikiran dan mendebat anak-anak muda tentang sesuatu yang… entah soal apa sebenarnya. Yang lalu diadili dan mati diteguk racun oleh penguasa.

Gadfly of Athena, julukannya, Lalat Pengganggu Athena. Dan beliau ini memang bak lalat: hinggap, menggelitik, lalu terbang… hampir tanpa jejak. Maka sampai kini pun, tak pernah orang menemukan bahkan sebaris pun tulisan-tulisan Socrates. Kisahnya yang ajaib, tentu, masih dapat kita simak lewat karya-karya Plato yang banyak merekam gurunya yang aneh ini.

Aneh, karena yah… ngapain ya ngider di jalan-jalan seperti itu? Cuma untuk berdiskusi dan menanyai orang-orang? He is a prominent philosopher, a smart guy! Dan apa yang dituju sebenarnya, diskusi apa, tentang apa — sebegitu hebohnya sampai musti disidang di depan 500 juri di pengadilan Athena?

Nah, kita bisa membaca Apologia (download ebook) karya Plato. Apologia adalah rekaman dari sesi pembelaan Socrates di pengadilan sebelum ia dihukum mati. Agak panjang, tapi saya coba cuplikkan yang menariknya (juga mengejutkan!) So please sit down and relax…

(Read the rest…)


Rasulullah, pengemis tua, dan satu sen

Thursday July 19, 2007 | Filed under: Spirituality
6 Comments

hand.jpgoleh Bawa Muhaiyaddeen

Cucu-cucuku tersayang, perempuan maupun laki-laki. Tuhan telah menempatkan seluruh kekayaan-Nya di dalam diri kita. Dia telah menganugrahkan kepada kita kekayaan mubarokat, kekayaan tiga dunia. Temukanlah khazanah ini melalui perilaku yang baik. Kekayaan itu benar-benar ada, namun tersembunyi jauh di dalam diri kita. Kita sendirilah yang telah menguburnya, terpendam oleh rasa iri dan dengki, dan kini kita musti menggalinya dalam-dalam untuk memperoleh kembali kekayaan itu. Kita musti mengeruk dan menepis jauh-jauh kegelapan untuk memperolehnya.

Anak-anakku terkasih. Untuk menjelaskannya, ijinkan aku bercerita tentang sebuah kisah. Cerita tentang Rasulullah s.a.w.

Di kota Madinah, tersebutlah seorang tua. Hidupnya sangatlah nestapa. Kesulitan demi kesulitan menimpanya, masalah demi masalah. Ia mengadukan nasib hidupnya ini kepada orang-orang yang kemudian menyuruhnya pergi ke tempat ini dan itu. Awalnya ia memohon kepada raja dan raja berkenan membantunya, namun pak tua itu tak beroleh banyak dari uluran tangannya. Lalu ia pergi ke para guru yang kemudian membantunya ala kadarnya, namun ia tetap miskin. Tampaknya tak seorang pun sanggup mengangkat kesulitan yang dihadapinya. Tak satu pun cara mampu mengubah keadaannya. Dan tiada henti ia bertanya siapa gerangan yang dapat mengakhiri kesengsaraan hidupnya ini.

(Read the rest…)


Takdir. Then why are we here?

Thursday July 12, 2007 | Filed under: Spirituality
22 Comments

walk1.jpg

Tanya: Berapa banyak dari hidup kita yang sudah ditakdirkan, dan berapa banyak yang kita sendiri bertanggungjawab atasnya?

Bawa Muhaiyaddeen: Tuhan telah mengajarimu segenap hal. Segalanya tertulis di dalam dirimu. Sebelum engkau datang ke dunia ini, Dia mengatakan, “Aku mengirimmu ke sebuah sekolah bernama ‘dunia‘. Sebuah tempat sementara. Pergilah ke sana barang sebentar untuk belajar tentang ’sejarah’-Ku, sejarahmu sendiri, dan sejarah yang lain. Cari tahu siapa yang menciptakan semuanya ini, siapa yang bertanggungjawab atas semuanya ini, siapa Sang Penjaga yang melindungimu, dan apa yang menjadi milikmu sebenarnya. Jika engkau telah belajar dan paham seluruh sejarah ini, engkau akan tahu siapa dirimu dan siapa Dia yang engkau butuhkan, Dia yang sebenarnya, Dia yang akan hidup selamanya.

(Read the rest…)


Apa yang Tuhan inginkan

Tuesday July 10, 2007 | Filed under: Spirituality
6 Comments

bawa.gifAda sebuah fase ketika seorang pejalan dan orang-orang yang percaya musti sejenak berhenti, barangkali di antara jeda-jeda nafas ini: apa yang sebenarnya Tuhan inginkan? Apakah diam saja bagai emas atau berbicara? Apakah tetap tinggal atau hijrah? Apakah musti ke dokter atau biarkan saja? Apakah sekolah lagi atau bekerja? Apakah musti memberinya atau membiarkannya?

Yang mana yang Ia maui?

Pertanyaan serupa diajukan di sebuah diskusi bersama Bawa Muhaiyaddeen (seorang sufi asal Srilanka), terekam di (dan diterjemahkan dengan semena-mena tanpa ijin dari) buku Questions of Life, Answers of Wisdom Vol. 2.

* * *

Tanya: Kadang saya tak tahu lagi apa yang Tuhan maui. Apakah Dia ingin saya melakukan sesuatu agar terjadi, atau Dia mau saya diam saja dan menerima apapun yang terjadi?

(Read the rest…)


Meminta

Thursday June 21, 2007 | Filed under: Spirituality
0 Comments

If you make intense supplication
and the timing of the answer is delayed,
do not despair of it.

His reply to you is guaranteed;
but in the way He chooses,
not the way you choose,
and at the moment He desires,
not the moment you desire.

(”Al-Hikam”, Ibn ‘Ata’illah)


Kelahiran kembali, reinkarnasi

Wednesday February 14, 2007 | Filed under: Spirituality
11 Comments

Satu lagi kembang-kembang hikmah dari Bawa Muhaiyaddeen (iya, belum bosen) yang saya terjemahkan dengan semena-mena dari buku To Die Before Death. Tepatnya dari sebuah sesi diskusi antara beliau dengan seorang muridnya tentang “What is rebirth?“, kelahiran kembali. Sebagai latar belakang untuk yang belum kenal, Bawa Muhaiyaddeen adalah seorang sufi abad 20 asal Srilanka yang ditugaskan (oleh Yang Maha Menugaskan tentu) ke berbagai negara, dan ke berbagai pemeluk agama, termasuk Hindu dan Buddha yang berpegang pada keyakinan tentang kelahiran kembali dan reinkarnasi.

Agak nggak mudah memang menjelaskan hal seperti ini. Kalau mulai agak bingung, coba camkan saja bahwa: ada jiwa; ada raga; dan esensi diri adalah pada jiwa. Terkadang Bawa Muhaiyaddeen silih berganti menunjuk “kita” sebagai aspek lahiriahnya maupun pada esensi kedirian kita. Posting berikut ini barangkali bisa membantu:

> Chapters of life
> Mengenal diri, mengenal Tuhan

(Read the rest…)


Lady in the Water, Rumi

Saturday January 20, 2007 | Filed under: Spirituality
41 Comments

litw1.jpgFilm-film karya M. Night Shyamalan memang selalu menarik.

Ini sutradara muda asal India di balik film-film blockbuster seperti The Sixth Sense, Unbreakable, dan Signs. Lady in the Water, tak terkecuali sebenarnya. Tapi ia punya sedikit warna yang lain. Lebih personal, lebih idealis, lebih menunjukkan sisi spiritualis seorang Shyamalan. Yah, meski masih kita dengar suara sumbar para kritikus seperti di Yahoo! Movies bahkan mainstream-critics (I don’t give ‘em a sh*t actually, tapi rasanya itu juga lantaran mereka nggak paham ide sentral dari film itu).

Film yang berasal dari dongeng anak-anak di keluarga Shyamalan sendiri ini, berkisah tentang seorang peri laut yang tiba-tiba muncul ke sebuah kolam renang di balik apartemen, demi suatu tujuan: bertemu dengan seseorang yang nantinya akan menjadi bibit perubahan besar bagi peradaban dunia, di masa depan. Walau kita bisa merasakan insting mass-entertainment a la Spielberg, bumbu Twilight Zone di sana-sini, plus olah syaraf khas Alfred Hitchcock (adonan favorit saya!), tapi pesan utama dari seluruh film itu, buat saya, adalah berawal dari kalimat Story ini, sang peri laut:

(Read the rest…)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.