<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.5.1" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Watung Blog</title>
	<link>http://watung.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Aug 2008 10:15:04 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Listen to the tree</title>
		<description>Seorang murid bertanya kepada Sang Guru, "Di tingkat mana saya berada kini?"

Guru berkata, "Benih mustilah ditanam tepat waktunya. Tatkala ia mulai tumbuh, akar-akarnya menjulur perlahan ke dalam tanah, merambah ke segala arah. Tanaman itu pun berkembang menjadi sebuah pohon, dan pohon itu tumbuh membesar, menghasilkan bunga dan buah-buahan. Tatkala berbuah, ...</description>
		<link>http://watung.org/2008/08/19/listen-to-the-tree/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Arah Kiblat dengan Google Maps</title>
		<description>Kayaknya ini cara termudah menentukan arah kiblat. Bener-bener fun, akurat dan rasanya nggak pake banyak perhitungan seperti sekian derajat miring dari arah barat atau dengan bayangan matahari (walaupun bersyukurlah yang masih inget pelajaran geografi atau astronomi). Dan yang lebih utama: straight to the point. Baiklah saudara-saudara, kita tampilnya...

Google Maps!

Betul sekali. ...</description>
		<link>http://watung.org/2008/07/29/arah-kiblat-dengan-google-maps/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Guru Sejati</title>
		<description>Guru Sejati dan Muridnya
Karya: Bawa Muhaiyaddeen
Alih bahasa: Herry Mardian

Sejengkal seorang hamba dekati Tuhannya, sehasta Tuhan akan datangi. Selangkah ia datangi, seribu langkah Ia akan berlari menjemput.

Sebuah hadits yang sungguh menentramkan. Dia Maha Baik. Tapi begitulah agaknya bila seorang hamba... kembali. Bila kita datang dan mengetuk, pasti Ia membukakan pintu. Bahkan ...</description>
		<link>http://watung.org/2008/05/11/guru-sejati/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Terbang</title>
		<description>
Dunia anak adalah ruang 7 x 7 meter di arena bermain, dimana mereka diajari menggambar di atas selembar 11 x 16 inci, dengan krayon 13 warna. Tapi coba letakkan anak-anak di tengah lapangan bola, maka mereka akan terbang kesana kemari, berpusing bak gasing.
Dipa, kini 15 bulan, berjalan, berlari. Dan itu ...</description>
		<link>http://watung.org/2008/05/06/terbang/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Reog Ponorogo, Indonesia, Malaysia</title>
		<description>Sekarang ini kantor kok isinya orang ngributin Reog Ponorogo dan Rasa Sayange yang diklaim Malaysia. Ya bukan apa-apa sih, tapi entah gimana ceritanya kita ini -- yang pemuja sandang Calvin Klein dan penikmat assiette du pecheur (mampus gak tuh bacanya) -- tiba-tiba kok jadi apresiatif dengan yang namanya reog. Lha ...</description>
		<link>http://watung.org/2007/12/02/reog-ponorogo-indonesia-malaysia/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Backup your &#8216;life&#8217;&#8230; online</title>
		<description>Biasanya gini: kalau kita punya rencana, mencoba bersiap-siap akan sesuatu, sesuatu itu malah nggak terjadi. Jadi saya dan istri mulai berencana tentang hal-hal terburuk: tabrakan di jalan, rumah kebakaran, disamber tsunami, gunung meletus, gempa bumi... yang kayak gitu lah. ;-)

Lalu muncul pertanyaan, apa yang kita akan bawa seandainya, misalkan nih, ...</description>
		<link>http://watung.org/2007/11/15/backup-your-life-online/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Azka berdoa</title>
		<description>"Mama, Azka hebat dong: diludahin sama temen Azka, tapi Azka malah mendoakan dia."

Wuah! Mustinya ini nurun dari ayahnya... Saya langsung ingat kisah tokoh yang urung membunuh musuhnya yang telah meludahinya ketika berperang. Bukankah anjuran para nabi juga, kalau ditampar pipi kiri, kasih pipi kanan? Keren!

"Hebat tuh! Emangnya Azka berdoa seperti ...</description>
		<link>http://watung.org/2007/10/30/azka-berdoa/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Majelis Agung</title>
		<description>Ffiuhh, selesai juga akhirnya cicilan panjang ini: sebuah tulisan yang aslinya berjudul "Divine Assembly", diterjemahkan dari buku The Tree That Fell To The West, karya Bawa Muhaiyaddeen.

Sedikit pengantar. Bawa Muhaiyaddeen adalah seorang sufi Muslim asal Srilanka, yang bertugas mengajar agama melampaui wilayahnya, sampai ke Amerika dan Kanada, sampai ke Kristen, ...</description>
		<link>http://watung.org/2007/10/14/majelis-agung/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bersabar dalam &#8220;kesempitan&#8221;</title>
		<description>Sebuah kisah tentang seorang buta, tuli, dan bodoh yang bermaksud bertemu Gustinya.

Duh, Gusti. Ijinkan aku menuju-Mu.

Baik sekali, Nak. Baik sekali. Karena "...sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ...</description>
		<link>http://watung.org/2007/10/02/bersabar-dalam-kesempitan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Titik-titik</title>
		<description>Azka, laki-laki, kelas 2 SD. Seminggu yang lalu, seperti puluhan atau bahkan ratusan temannya yang lain menjalani ujian Kewarganegaraan, sebuah mata pelajaran sekolah yang diharapkan, yah bisa membentuknya menjadi seorang warga negara yang baik, for whatever it means.

Salah satu soal di ujian itu berbunyi begini: "Yang bertugas mengumpulkan uang sumbangan ...</description>
		<link>http://watung.org/2007/09/26/titik-titik/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
