Watung Blog

Backup your ‘life’… online

Thursday November 15, 2007 | Filed under: Misc
11 Comments

pg.gifBiasanya gini: kalau kita punya rencana, mencoba bersiap-siap akan sesuatu, sesuatu itu malah nggak terjadi. Jadi saya dan istri mulai berencana tentang hal-hal terburuk: tabrakan di jalan, rumah kebakaran, disamber tsunami, gunung meletus, gempa bumi… yang kayak gitu lah. ;-)

Lalu muncul pertanyaan, apa yang kita akan bawa seandainya, misalkan nih, ada kebakaran di kanan kiri sebelah rumah atau ada tsunami warning di radio?

Saya ingat dulu jamannya tsunami di Aceh, di antara korban-korban yang selamat ternyata banyak yang kesulitan mengakses account bank-nya, atau mengklaim asuransi, atau bahkan mengklaim hak miliknya sendiri lantaran satu hal: nggak ada dokumen, bahkan fotokopinya sekalipun.

So we came up with this idea:

dash.gifKami scan semua dokumen-dokumen penting: KTP, paspor, asuransi, sertifikat (ijazah, penghargaan, apa aja), kartu keluarga, akte kelahiran, BPKB, … sampai kartu kredit, buku tabungan dan surat nikah. Kami scan semuanya. Hasilnya: 50-an file yang totalnya nggak nyampe 60 Mb (kalau diturunin resolusinya mungkin bisa lebih kecil lagi).

(Read the rest…)


Azka berdoa

Tuesday October 30, 2007 | Filed under: Family
6 Comments

“Mama, Azka hebat dong: diludahin sama temen Azka, tapi Azka malah mendoakan dia.”

Wuah! Mustinya ini nurun dari ayahnya… Saya langsung ingat kisah tokoh yang urung membunuh musuhnya yang telah meludahinya ketika berperang. Bukankah anjuran para nabi juga, kalau ditampar pipi kiri, kasih pipi kanan? Keren!

“Hebat tuh! Emangnya Azka berdoa seperti apa?”

“Azka berdoa semoga lidah teman Azka itu ada ulatnya…”


Majelis Agung

Sunday October 14, 2007 | Filed under: Spirituality
37 Comments

Ffiuhh, selesai juga akhirnya cicilan panjang ini: sebuah tulisan yang aslinya berjudul “Divine Assembly”, diterjemahkan dari buku The Tree That Fell To The West, karya Bawa Muhaiyaddeen.

Sedikit pengantar. Bawa Muhaiyaddeen adalah seorang sufi Muslim asal Srilanka, yang bertugas mengajar agama melampaui wilayahnya, sampai ke Amerika dan Kanada, sampai ke Kristen, Hindu, dan Buddha. Sedikit sekali fakta sejarah tentang beliau ini, di samping beliaunya sendiri kalau ditanya soal asal-usulnya selalu bilang, “I am nothing. I am nothing. Only God is important!” (dalam bahasa Tamil tentu saja). Di sini, Bawa bercerita sekelumit tentang ikhtiar pencarian beliau sendiri tentang Tuhan. FYI, beliau sendiri tidak bisa berbahasa Inggris, sehingga jadinya semua tulisan di buku itu adalah transkrip terjemahan dari ucapan beliau selama mengajar (buat yang ingin tahu seperti apa beliau mengajar dan suasananya, lihat videonya di sini dan di sini, keren!).

Ini bakalan panjang, bacanya juga mungkin perlu nyicil — kalo niat. ;-) Anyway… semoga menikmati seperti halnya saya yang menikmati sekali ketika meterjemahkannya. Kalau ada beberapa bagian yang bikin pusing, lewatin aja. Semoga banyak mengambil pelajaran dari sini.

(Read the rest…)


Bersabar dalam “kesempitan”

Tuesday October 2, 2007 | Filed under: Spirituality
38 Comments

bukit.jpgSebuah kisah tentang seorang buta, tuli, dan bodoh yang bermaksud bertemu Gustinya.

dash.gifDuh, Gusti. Ijinkan aku menuju-Mu.

Baik sekali, Nak. Baik sekali. Karena “…sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka…” (QS [10]:7). Kemari, ayo kemari. Tapi waspadalah karena jalanan berbukit, amat terjal dan berbatu. Jangan kuatir, anak-Ku sayang, Aku akan menuntunmu, jika engkau mau…

dash.gifDuh, Gusti. Tuntun hamba. “Tunjuki hamba Jalan Yang Lurus itu…” (QS [1]:6)

(Read the rest…)


Titik-titik

Wednesday September 26, 2007 | Filed under: Family
20 Comments

108155319_6a3f06ffa8.jpgAzka, laki-laki, kelas 2 SD. Seminggu yang lalu, seperti puluhan atau bahkan ratusan temannya yang lain menjalani ujian Kewarganegaraan, sebuah mata pelajaran sekolah yang diharapkan, yah bisa membentuknya menjadi seorang warga negara yang baik, for whatever it means.

Salah satu soal di ujian itu berbunyi begini: “Yang bertugas mengumpulkan uang sumbangan di sekolah adalah …” Titik-titik. Jawaban Azka? “Kita”. Hmmm, sepertinya jawaban yang bagus (anak sendiri, jadi agak bias juga nih). Menariknya, it’s wrong-wrong-wrong, salah, nol, kosong. The correct answer? Well… I have no clue. Bisa si Ina, si Tasya, si Michael, si Rachel, ketua kelas, wakil ketua kelas, atau bahkan Bu Guru sendiri… don’t you think? Lhah, harusnya siapa sih?

Oh, soal semacam itu bukan satu-satunya. “Kita harus (titik-titik) pada orang yang bicara”. “Membersihkan got mampet adalah contoh perbuatan gotong royong yang dilakukan di …” “Manusia membutuhkan manusia lain karena …” Dan kalau kita menjawab “untuk minta tolong” buat soal yang terakhir, kita akan senasib dengan Azka: nol, kosong, karena jawaban yang benar adalah “karena manusia adalah makhluk sosial”. Hah?

(Read the rest…)


Gender (2): Words of a Sufi Master

Saturday September 8, 2007 | Filed under: Spirituality
7 Comments

sun-moon02.jpgoleh Bawa Muhaiyaddeen

Tanya: Orang banyak mendebatkan tentang laki-laki dan perempuan, apa sebenarnya perbedaan pokok antara keduanya?

Bawa Muhaiyaddeen: Keduanya dibentuk dari lima elemen yang sama. Konsep laki-laki dan perempuan adalah konsep tentang tubuh, jasad. Sang Seniman yang mencipta laki-laki dan perempuan memang ‘mendekorasinya’ dengan cara berbeda. Tubuh adalah sebuah cangkang, rumah bagi masing-masing untuk ditempati. Namun engkau terlena oleh dekorasinya.

Jika engkau perhatikan baik-baik, perempuan bersifat lemah lembut. Pada ‘dekorasi’ ini terdapat keindahan bak emas berlian, kecantikan yang menarik. Energi di wajah dan tubuh-tubuh mereka seperti magnet. Laki-laki juga memiliki energi yang sama, tapi energi itu terletak di dalam. Walau laki-laki tak punya kelemahlembutan-luar seperti perempuan, mereka memiliki energi magnetik-dalam yang tertarik dan terhubung dengan magnetik-luar di wajah dan wujud seorang perempuan.

(Read the rest…)


Gender (1): Jeep & Mercedes

Saturday September 8, 2007 | Filed under: Spirituality
12 Comments

Laki-laki dan perempuan itu kayak Jeep dan Mercedes-Benz. Don’t you think?

mercyjeep__01.jpg

Yang di sebelah kiri itu adalah sebuah SL Class. Lembut, anggun, cantik. Bau harum di jok belakang, dibawa semilir udara AC sepoi-sepoi. Mampu melesat bak permadani terbang di jalan tol, tak terasa sedikit pun guncangan. Empuk. Menggoda. Seperti seorang perempuan, bukankah begitu?

Sementara yang sebelah kanan, Wrangler Rubicon! Yah, dream machine… It’s a Jeep, it’s 4×4 and it’s 4000 cc. Naik turun lembah dan bukit, melintas sungai dan rawa, tak akan membuatnya berhenti menderu. Walau memang nggak seanggun SL Class, tapi ia kokoh, kuat, tangguh. Sebuah angkutan ex-militer yang legendaris, sangar, peluh penuh debu, macho. Barangkali seperti itulah natur laki-laki.

Now which one is better?

(Read the rest…)



Garis
RSS | My Yahoo! | Google | Bloglines | My AOL | FeedLounge
All contents ©2005-2010 by Watung Arif, unless otherwise noted.
Contents under Creative Commons License.